Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Gerindra Jatim Sowan Ke Gus Solah Tebuireng

by : On Juni 18, 2017

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Jombang, (pewarta) – Sejumlah partai mulai bergerilya ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur. Salah satunya dilakukan DPD Gerindra Jatim yang menegaskan komitmennya untuk melakukan kunjungan ke beberapa kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, sejumlah pengurus Gerindra Jatim sowan ke Gus Solah selaku pemangku Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk mendiskusikan figur yang tepat untuk direkomendasi memimpin Jatim 5 tahun ke depan.

Partai Gerindra Jatim sendiri menurut Sadad, mempunyai kesamaan pandangan dengan Gus Solah bahwa sudah waktunya Jatim dipimpin oleh kader NU. “Gus Solah menyebut ada dua nama kader NU yang layak jadi Gubernur Jatim mendatang, yakni Gus Ipul dan Khofifah. Namun Gus Solah lebih sreg dengan Khofifah, karena dinilai lebih banyak nilai plusnya. Khofifah lebih memiliki komitmen dan jauh dari kesan pragmatis,” terang Sadad, Minggu (18/6/2017).

Kendati merekom nama Khofifah Indar Parawansa, namun Gus Solah mengakui masing-masing punya kelebihan. Saifullah punya kelebihan dalam hal komunikasi dengan masyarakat. Sedangkan Khofifah disamping punya persuasi yang baik dengan masyarakat, juga punya kelihaian dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penanganan sosial

Terkait para kiai sepuh NU yang telah mengeluarkan surat kepada PKB terkait sikap kiai pada pilkada mendatang, Gerindra menyebut bahwa surat tersebut tak mengisyaratkan nama salah satu calon.
“Yang perlu digarisbawahi dalam surat tersebut adalah keinginan warga NU untuk dipimpin oleh tokoh NU,” jelas Sadad.

Sadad juga menuturkan, kedatangan DPD Gerindra Jatim ke para kiai salah satunya juga untuk meminta kejelasan maksud surat tersebut. Sebab menurut kader NU tersebut, isi surat tersebut masih bersifat multitafsir.

“Sehingga kami sowan kepada kiai. Mengapa kami tak mengundang beliau-beliau ini saja? Karena ini merupakan bentuk tata krama kami kepada beliau-beliau,” jelasnya.

Dimata Gerindra, Gus Solah adalah tokoh nasional yang ada di Jatim, tokoh NU, dan pengasuh pesantren besar yang melahirkan NU. “Karena itu patut kita dengar petuah dan nasihatnya,” pungkas Sadad yang juga anggota DPRD Jatim ini. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam antara DPD Gerindra dengan Gus Golah, berlangsung dalam komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »