Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Karya Bakti Normalisasi Sungai Ngesong

by : On Desember 05, 2016

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

pewarta-madiun, Kediri – Sungai ngesong yang melintasi di Desa Banjarejo ,Desa Ngino dan Desa Plemahan Kecamatan Plemahan, hari ini dilakukan normalisasi oleh Koramil 18/Plemahan bersama warga setempat. Karya bakti yang terfokus pada normalisasi sungai ngesong ini bertujuan untuk mengurangi dampak banjir yang kemungkinan akan melubar kepemukiman penduduk, khususnya yang ada di Desa Banjarejo ,Desa Ngino dan Desa Plemahan, jumat (02/12/2016)

Menurut Bati Tuud Koramil Plemahan, Peltu Priono, normalisasi ini dilakukan karena curah hujan akhir-akhir ini yang meningkat, seiring dengan hampir setiap hari turun hujan di kawasan Desa Banjarejo ,Desa Ngino dan Desa Plemahan. Karakteristik sungai ngesong sendiri hampir mirip dengan sungai-sungai pada umumnya, hanya saja antara permukaan air sungai dengan dataran pemukiman penduduk hampir seimbang. Dilihat dari kondisi sungai ngesong, seharusnya perlu dimasukan dalam program normalisasi dalam anggaran selevel pemerintah daerah, karena sungai ini cukup deras dan cukup berpotensi menimbulkan efek banjir, kendati kemungkinan banjir besar sangat kecil.

Kepala Desa Ngino, Khairul Huda juga membenarkan bila sungai ngesiong cukup riskan bila memasuki musim hujan, khususnya bila curah hujan mengalami peningkatan. Masuknya air sungai kepemukiman penduduk terjadi tahun 2010 lalu, tetapi kejadian tersebut tidak sebegitu parah, karena ketinggian air yang masuk kepemukiman warga hanya setinggi kurang lebih sekitar 5 cm. Kendati tidak sebegitu tinggi masuknya air sungai kepemukiman warga, tetapi cukup mengganggu aktifitas warga setempat, demikian juga air yang meluber hingga ke areal pertanian, cukup beresiko bagi kelangsungan tanaman yang tergenang air.

Karya bakti yang berlangsung di 3 lokasi yang berbeda ini, diharapkan mampu mengatasi banjir yang kemungkinan bisa datang sewaktu-waktu, khususnya di areal terdampak. Selain itu, normalisasi skala besar juga dibutuhkan, agar keseimbangan air sungai ngesong tetap terjaga sesuai dengan kedalaman dan kondisi dataran yang ada disekitarnya.( pendim 0809 )

Edit : pewarta sat


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »