Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Resmi Dilantik, Arifien Mujahidin Siap Lanjutkan Program Pembangunan di Singkil

by : On Juni 19, 2019

Ponorogo, Pewarta - Usai dilantik oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kades terpilih Desa Singkil, Kecamatan Balong, Arifien Mujahidin menyatakan siap bekerja semaksimal mungkin dan siap melanjutkan program peningkatan pembangunan di Desa Singkil.

Sebagai langkah awal, Arifien akan merealisasikan berbagai program pembangunan yang belum sempat dilaksanakan pada periode sebelumnya.

“Nantinya, program yang sudah berjalan akan kami lanjutkan kembali, dan diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Singkil,” tutur Arifien, usai acara pelantikan, Rabu (19/06/2019).

Tak lupa, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, yang telah mensukseskan pelaksanaan pilkades di Singkil, serta mengajak seluruh warganya untuk kembali beraktifitas seperti sebelum pelaksanaan pilkades kemarin.
"Pilkades telah usai, terima kasih kami masih diberi kepercayaan untuk melanjutkan pembangunan, dan tentunya mari kita bersatu kembali dan bekerja sama dalam membangun dan memajukan Desa Singkil," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat pelantikan Kepala Desa gelombang kedua ini memaparkan bahwa Kades merupakan ujung tombak dari program - program pemerintah kabupaten, dan Kades terpilih harus menjiwai agar semua program bisa terlaksana.

"Sebagai ujung tombak program pemkab, Kades harus siap melaksanakan program pemerintah kabupaten dengan baik, namun juga harus tetap hati-hati, karena saat ini semua program transparan, dan masyarakat bisa secara langsung mengawasinya," pungkasnya. (ns)

Kecil-kecil Cabe Rawit

by : On Juni 19, 2019

Tiara Ramadhani
Kecil-kecil cabe rawit. Mungkin itu adalah istilah yang pas disematkan pada Tiara Ramadhani. Meski masih kelas IV SD, bocah kelahiran Magetan, 26 Agustus 2007 ini punya segudang bakat dan prestasi. Terutama di bidang seni dan fashion


Ika, ibunda Tiara, mengakui putrinya memang memiliki kepribadian yang unik dan bertalenta. Di usianya yang masih belia, Tiara sudah sering mengikuti ajang pencarian bakat menyanyi dan fashion show di berbagai kesempatan.


"Lha sekarang, anak saya juga sudah jatuh cinta dengan dunia modeling dan fashion show," kata Ika sambil tersenyum bahagia bercerita tentang putrinya.


Ika menceritakan, salah satu event yang pernah Tiara ikuti adalah ajang pencarian penyanyi cilik yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta di Madiun tahun 2017 lalu. Lomba bertajuk Bintang Ramadhan tersebut merupakan kontes menyanyi pertama yang disiarkan TV lokal Madiun dan merupakan ajang pencarian bakat menyanyi anak-anak di wilayah se-eks karesidenan Madiun.


Kemudian yang terbaru kembali diadu dalam kontestasi fashion show yang digelar dalam rangka Grand Opening Magetan Park 2019 yang diikuti 57 peserta. Tiara yang tampil no urut 17 dari 57 kontestan mengundang perhatian komentator dan penonton. Kelincahan, serta gayanya mengundang pesona


Meski belum sempat juara, namun Ika mengaku puas dengan perform putri kesayangannya itu. Karena tujuan sebenarnya mengikuti lomba adalah mengasah mental, bukan untuk sekadar mencari piala.


"Sebagai orangtua, menjadi salah satu peserta kontestan fashion show di grand opening magetan park  adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan membanggakan, walaupun belum juara tapi ini merupakan sebuah pengalaman untuk mengasah mental," ungkap Ika. (st)

Dandim Madiun Terima Kunjungan Siswa - Siswi SMAN Taruna Angkasa

by : On Juni 18, 2019

Madiun, Pewarta -  Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S,Sos, menerima kunjungan tujuh orang Siswa SMAN Taruna Angkasa Madiun bertempat di Ruang Data Makodim 0803/Madiun Jl Pahlawan No 25 Kel Madiun Lor Kec Manguharjo Kota Madiun, Rabu (19/06/2019).



Kunjungan para siswa tersebut dilaksanakan dalam rangka mencari Inspiring Leadership untuk menyusun “Antologi Wawancara dengan Para Pemimpin di Seluruh Indonesia” agar menjadi pelajaran berharga di masa mendatang. Selain itu juga kunjungan tersebut dilakukan untuk pembelajaran bagi para siswa-siswi SMAN Taruna Angkasa dalam hal Kepemimpian dan Pembentukan Karakter Bangsa.



Selanjutnya Rombongan SMA Negeri Taruna Angkasa di arahkan masuk di Ruang Data Kodim 0803/Madiun  guna menerima Pengarahan oleh Dandim 0803/Madiun.



Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S,Sos yang pada kesempatan tersebut memberikan arahan tentang masalah Bela Negara dan juga kehidupan militer serta menyampaikan,” Saya ucapkan selamat datang di Makodim 0803/Madiun ini,” ucap Dandim.



“Sebagai Warga Negara yang baik kita harus mempunyai jiwa Bela Negara, Karena sesuai amanat UUD, Setiap Warga Negara ini Wajib membela dan mempertahankan Negara ini, jadi bukan hanya TNI tapi seluruh Warga Negara Wajib membela dan mempertahankan Negara,” tegasnya.



“Kita wajib merasa bangga menjadi Warga Negara Indonesia dengan kemauan akan cita - cita yang tinggi sehingga bisa memacu keinginan, tercapainya cita - cita tersebut demi kemajuan bangsa dan Negara,” imbuh Dandim.



“Kepada para siswa supaya bisa menjadi diri sendiri. “keberadaan SMA Negeri Taruna Angkasa Madiun adalah untuk memberikan warna terhadap calon-calon pemimpin bangsa dimasa depan,” pungkas Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S,Sos.



Turut mendampingi Dandim 0803/Madiun pada kesempatan tersebut Pasi Ter Kodim 0803/Madiun Kapten Arh. Untung Wiyono.ST, Pasi Intel Kodim 0803/Madiun Kapten Arm Khoirudin, Dan unit Intel Kodim 0803/Madiun Lettu Inf Misto, dan Pasandi Kodim 0803/Madiun Lettu Inf Suyanto.(st/dim0803)

Cegah Peredaran Narkoba Anggota Kodim Ngawi Menerima Penyuluhan P4GN Dan Adakan Tes Urine

by : On Juni 18, 2019

Ngawi, Pewarta – Dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran gelap Narkoba Kodim Ngawi melaksanakan penyuluhan P4GN dan tes urine bertempat di Aula Makodim Ngawi, Senin (17/06/19).

Dalam amanatnya Kasdim 0805/Ngawi Mayor Inf Eko Wardoyo mengatakan Kegiatan P4GN ini adalah sebagai bekal Untuk membentengi diri dari bahaya narkoba, terlebih sebagai benteng negara TNI AD termasuk PNS dan keluarga besarnya jangan sampai terpengaruh oleh narkoba, hindari narkoba hidup sehat dan cerdas tanpa narkoba. 
Ia juga menjelaskan bahwa tujuan dari penyuluhan ataupun sosialisasi ini agar setiap prajurit khususnya Kodim 0805/Ngawi dapat menjaga diri dan keluarga serta lingkungannya dari penyalahgunaan Narkoba. Caranya adalah dengan menambah wawasan dan membangun kesadaran agar waspada dan tidak terjebak dalam perilaku penyalahgunaan Narkoba,ucap Kasdim. 

Sementara itu Pasi Intel Kodim 0805/Ngawi Kapten Inf Amin Sutikno mengatakan Penyuluhan P4GN dan tes urine ini dilaksanakan untuk mencegah sekaligus mengecek personel terkait penyalagunaan dan peredaran narkoba, khusunya di lingkungan Kodim 0805/Ngawi.

Ia menuturkan, tes urine ini merupakan bagian dari program Kodim dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, pungkasnya.(st/dim0805)

Terkait Wiji Lestari, Kadin.Kesehatan Pacitan berjanji Siap Bantu Lalui Pogram Grindulu Mapan dan JKN.

by : On Juni 18, 2019

Pacitan, Pewarta - Menaggapi penyakit Filariasis (Penyakit Kaki Gajah), yang diderita Wiji Lestari (45) sejak tahun 1999 warga masyarakat Rt 01/ Rw 05, Dsn. Ndasri, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Eko Budiono mengatakan meski ada teknologi kedokteran untuk penyembuhan namun ia yakin biayanya amat mahal. 19.07 WIB.

"Kalau ada teknologi kedokteran yang terkini mungkin bisa teratasi tapi saya yakin biayanya amat sangat mahal."ungkapnya melewati via cat whatsApp. Selasa.(18/6/19).

Lebih lanjut dr.Eko menambahkan karena saat ini masih bisa untuk diberobatkan kembali, agar pihak keluarga mengusahakan dalam pengobatan, serta ia berjanji pemerintah daerah siap untuk membantu melalui pogram yang ada. 

"Filariasis atau disebut juga Elephantiasis. Untuk saat ini masih bisa dilakukan rujuk ulang. Tolong keluarga mengusahakannya. Pemkab. siap bantu dengan program Grindulu Mapan dan dari pemerintah pusat dengan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Juga ada program dari dinsos."imbuhnya.

Saat dikonfirmasi terkait langkah agar keluarga Wiji Lestari mendapatkan pogram tersebut ia menjelaskan jika keluarga sufah siap rujuk agar konfirmasi (ke Petugas kesehatan) maka Petugas Kesehatan akan segera menindaklanjuti yang perlu disiapkan untuk prmberkasan.

"Kalau keluarga sudah siap dirujuk, akan kami tindak lanjuti. Petugas kesehatan di desa setempat akan membantu mempersiapkan."jelas dr.Eko.(rjh)

Banyak Permasalahan di Lapas, Senator DPD RI Gagas Revisi UU Pemasyarakatan

by : On Juni 18, 2019

Jakarta, Pewarta - Senator DPD RI H. Fachrul Razi, MIP yang juga pimpinan Komite I DPD RI kembali menggagas agar DPD RI merevisi UU No 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (UU Pemasyarakatan) karena dianggap sebagai biang kerok munculnya berbagai persoalan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) selama ini. 

Sebagai Pimpinan Komite I DPD RI, Komite I mengundang dan menggelar Rapat dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019). Rapat tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan draft DPD RI terhadap Rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan yang baru.
Menurut Senator Fachrul Razi, beberapa tahun belakangan ini, munculnya fenomena dan dinamika yang terjadi di lembaga pemasyarakatan telah menjadi sorotan publik. "Usia UU ini sudah 24 tahun, berbagai persoalan di Lapas sangat memprihatinkan, bahkan di daerah muncul pembakaran Lapas hingga pembinaan di Lapas yang tidak sesuai dengan era kekinian saat ini,” tegas Fachrul Razi. 

Dirinya menilai masih ada kriminalisasi antar narapidana di lembaga pemasyarakatan; narapidana melarikan diri dari rumah tahanan (Rutan)/lembaga pemasyarakatan; masih terjadinya pengendalian bisnis narkotika dan transaksi narkotika dari dan di dalam penjara, bahkan ada yang melibatkan aparat lembaga pemasyarakatan; dan adanya perlakuan khusus terhadap narapidana tertentu (mis. ruangan berfasilitas, dapat keluar-masuk rumah tahanan dengan leluasa).

“Bahkan yang disayangkan, jaminan kepastian hukum bagi upaya perlindungan   dan pemenuhan hak narapidana terutama pada kelompok rentan masih sangat rendah dan Pembinaan yang   komprehensif agar setelah   napi keluar dan menjadi   bagian dari masyarakat agar tidak kembali berbuat kejahatan,” tegas Fachrul Razi.

Dalam rilis yang diterima media ini, Wakil Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi yang memimpin jalannya RDP mengungkapkan, ada enam poin kesimpulan dari pertemuan tersebut. “Berkaitan dengan pembenahan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, Komite I DPD RI berpandangan bahwa perlu dilakukannya pembenahan dan penguatan minimal di 3 aspek, yaitu regulasi yang mengaturnya, SDM Aparatur yang terkait, sarana-prasarana dan anggaran yang mendukung,” jelas Fachrul Razi.

Dirinya mengatakan bahwa Komite I DPD RI menggagas untuk dilakukannya penggantian terhadap UU No. 12 Tahun 1995 dengan didasarkan pada paradigma baru terhadap sistem pemidanaan, berkepastian hukum dan perlindungan hak-hak tahanan, anak, narapidana, dan klien pemasyarakatan baik laki-laki maupun perempuan.

“Berkaitan dengan pembenahan SDM Aparatur Petugas Pemasyarakatan, Komite I DPD RI mendorong untuk dilakukannya pembinaan dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas untuk menciptakan aparatur yang profesional, dan berintegritas. Berkaitan dengan peningkatan sarana-prasarana Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Komite I memberikan dukungan adanya peningkatan anggaran dan pembenahan sarana-prasarana yang dapat mendukung optimalisasi kinerja Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan,” jelasnya.

Dalam masa sidang kedepan, Komite I DPD RI akan mengagendakan rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan HAM RI, Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Dalam Negeri RI. (FRZ/Red)

Pisah Sambut Tiga Pejabat Baru Forkopimda Magetan

by : On Juni 18, 2019

Magetan, Pewarta - Proses  rotasi dan promosi suatu jabatan merupakan salah satu cara mengembangkan kinerja dan hal biasa dalam proses jenjang karir, seperti yang dilaksanakan di Pendopo Surya Graha prosesi pisah sambut perwakilan Lanud Iswahyudi,  Ketua Pengadilan Agama, dan Pengadilan Negeri Magetan, Senin (17/6/2019) malam.

Pemerintahan di Kabupaten Magetan tidak terlepas dengan Hubungan kerja sama dan sinergi yang baik antara seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Magetan.Ketua Pengadilan Negeri Magetan, Perwakilan Lanud Iswahyudi dan Ketua Pengadilan Agama Magetan sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Magetan telah mampu menjalin kerja sama yang baik dan sinergi selama ini.

Bupati magetan H. Suprawoto memberikan apresiasi dalam sambutanya  terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Nurhadi SH. MH Ketua Pengadilan Negeri Magetan, Letkol Sus Sutarno Perwakilan Lanud Iswahyudi dan Drs H Achmad Nurul Huda Ketua Pengadilan Agama Magetan, selama menjabat telah memberikan ide-ide, gagasan dan inovasi-inovasinya terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Magetan.
Kepada pejabat baru Maulia Martwenty Ine, SH. MH sebagai Ketua Pengadilan Negeri Magetan, Letkol Sus A Iwan Setyo Nugroho Forkopimda Perwakilan Lanud Iswahyudi dan Dr. H. Sriyatin SH.Mag. MH sebagai Ketua Pengadilan Agama Magetan, bupati magetan mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Magetan. Kebersamaan antara Pemerintah Kabupaten Magetan dengan jajaran Forkopimda dapat terus terjalin dan dilanjutkan oleh pejabat baru, "imbuhnya (tin)

PPWI Berduka Lagi, Penasehat PPWI Riau Berpulang ke Rahmatullah

by : On Juni 18, 2019

_Keterangan foto: Foto ini diabadikan di hari raya ke-2 Idul Fitri, Wilson (berkopiah) menikmati kopi bersama di Kupi Aceh, Jl. Arifin Ahmad, Pekanbaru, 6 Juni 2019. Pak Syahril (baju batik) duduk di samping Ketum PPWI Wilson Lalengke._
Jakarta, Pewarta - Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Keluarga Besar PPWI kembali berduka. Setelah kemarin, Minggu (16/06/2019), PPWI telah kehilangan Bapak Yerry Korwa, Koordinator Regional wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat), yang meninggal dunia dikarenakan sakit jantung di RSUD Biak Numfor, Papua, hari ini, PPWI kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni Dr. H. Syahril, S.Pd., MM, yang telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang, sekitar jam 02.00 dini hari, Selasa (18/06/2019). Kabar duka tersebut disampaikan Ketua PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, pagi ini kepada pewarta media ini melalui pesan WhatsAppnya.
“Innalilahi Wa Innailaihi Rojiun… Telah berpulang ke Rahamatullah, Bapak Dr. H. Syahril, S.Pd, MM, pada pukul 02.00 Wib, Selasa, 18 Juni 2019, di RS. PMC Pekanbaru, Riau. Atas nama keluarga besar PPWI Nasional, anggota dan pengurus PPWI se-nusantara, saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Syahril,” kata Wilson.

Dijelaskannya, Dr. H. Syahril, S.Pd., MM, adalah salah seorang Anggota DPRD Periode 2019-2024 Kota Pekanbaru yang terpilih pada Pemilu 17 April 2019 lalu. "Beliau juga adalah Ketua Dewan Penasehat PPWI Riau. Selain itu Bapak Syahril adalah Ketua Yayasan Kansai yang didirikan bersama saya selaku Sekretaris Yayasan Kansai Pekanbaru," imbuh Wilson.

Wilson berharap, semoga beliau berpulang dengan 'Husnul Khotimah' menemui 'Ilahirobbi', diampunkan segala dosanya serta dilipatgandakan seluruh amal kebajikan beliau semasa hidup serta ditempatkan yang terbaik oleh Allah SWT. "Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan untuk menerima ketentuan yang Maha Kuasa ini. Aamiin YRA," tambah Wilson lagi.

Lebih jauh, Wilson mengatakan bahwa kepergian mantan kepala SMK Negeri 2 Pekanbaru itu sungguh mengejutkannya. Pasalnya, almarhum baru saja berada di Jakarta, dari tanggal 13 s/d 15 Juni 2019 dalam rangka menghadiri pelantikan sahabat almarhum, Dr. Syahlan, SH, MH sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada hari Jumat, 14 Juni 2019. “Saya bersama almarhum sejak Kamis, 13 Juni 2019. Pada Jumat malam esoknya, kami masih makan malam bersama di Restoran Pulau Sentosa Seafood, Sunter, Kemayoran, Jakarta Utara. Bahkan, esoknya lagi, Sabtu menjelang siang, masih menelepon saya untuk emngabarkan bahwa Beliau sudah tiba dengan selamat di Pekanbaru setelah penerbangan pulang dari Jakarta pada Sabtu pagi itu,” jelas Wilson.

Namun, demikianlah kehidupan ini, usia, rejeki, jodoh, semua di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. “Secara pribadi saya kehilangan sekali, beliau adalah salah satu Abang saya di perantauan yang terbaik selama ini. Kami selalu seia-sekata dalam semua hal, terutama dalam pengelolaan SMK Kansai Pekanbaru sejak 17 tahun lampau. Tapi itulah ketentuan-Nya, kita ikhlaskan saja, karena ini pasti yang terbaik bagi almarhum dan kita semua,” pungkas Wilson dengan nada sedih. (APL/Red)

Kapolsek Tulakan Sambangi Penderita Filariasis.

by : On Juni 18, 2019

Pacitan, Pewarta - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tulakan Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur, Iptu Agus Irianto sambangi Wiji Lestari (45) warga masyarakat Rt 01/ Rw 05, Dusun. Ndasri, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, penderita sakit Filariasis (Penyakit Kaki Gajah). Selasa. (18/6/19).

Hal demikian dilakukan merupakan salah satu bentuk kepedulian Kapolsek serta jajaran kepada warga masyarakat tulakan.

"Giat silaturahim ini merupakan kepedulian polsek tulakan kepada warga masyarakat, dengan harapan agar cepat diberikan kesembuhan sehingga bisa menjalankan aktivitas seperti sediakala"ungkapnya sela-sela memberikan bingkisan kepada keluarga Wiji.
Menurut keterangan suami Wiji Lestari, Katino (51) saat dikonfirmasi pewartamadiun.net bersama Kapolsek Tulakan dikediamannya ia mengatakan, istrinya tersebut mengalami sakit Filariasis sudah 20 tahun hingga saat ini, meski berbagai cara dilakukan dalam pengobatannya berharap segera sembuh namun kini kondisi kaki Wiji lestari masih memprihatinkan.

"Mulai sakitnya itu sejak tahun 1999 yang lalu terus semua sudah kami usahakan lewat medis sudah dan non pengobatan medis (alternatif), operasi juga sudah di Solo Rs.Muwardi Tahun 2011."ungkapnya.

Wiji lestari mempunyai 3 anak, 2 remaja bekerja diluar kota, 1 masih kecil, ia mengaku tak bisa beraktifitas terlalu banyak pasalnya kondisinya saat ini masih sering kambuh serta terasa sakit dibagian kedua kakinya hingga tubuh terasa panas dan gemetar.

"Kalau sudah kambuh timbul bintik-bintik kemerahan dan seluruh badan gemetar dan panas, di kedua lutut terasa sakit sekali, mau berdiripun terasa susah."terang Wiji Lestari.

Penghasilan Katino sebagai kepala keluarga saat ini hanya dengan bertani membuat gula merah miliknya yang tak banyak, serta harus rela kerja ekstra selain untuk mencukupi kebutuhan dan mengurus semuanya.

"Saya sekarang tidak bisa kemana-mana mas karena harus mengurus semuanya. Karena istri saya tidak bisa bekerja berat, karena kalau kecapekan bisa kambuh."imbuhnya.

Meski pemerintah desa kluwih sempat memberikan bantuan serta memakai BPJS, KIS, selama pengobatan namun kini wiji terpaksa berhenti, pasalnya ia tak punya biaya lagi untuk transportasi serta biaya hidup selama pengobatan.

"Kedepan pingin saya itu sembuh tapi kendalanya biaya, kalau Bpjs kan hanya yang sakit namun untuk biaya dalam pengobatan perjalanan dan hidup saya disana, Seperti yang saya alamikan dulu di solo pas pengobatan hampir 1 bulan lebih, saya itukan cari sendiri."terangnya.

Bahkan menurut keterangannya ia sempat menitipkan sang istri kepada perawat Rumah Sakit untuk menjaga, karena ia harus kembali kerumah untuk mencari biaya untuk kebutuhan selama pengobatan.

Bekas Jahitan operasi pada tahun 2011 lalu, kini masih membekas dengan jelas dikaki Wiji Lestari, dengan hal demikian pihaknya berharap kepada pemerintah daerah atau intansi terkait untuk membantu dalam pengobatannya.

"Harapan kepada pemerintah ada solusi untuk kesembuhan istri saya."harapnya dengan tulus.(rjh)

Seorang Kakek Di Madiun Tewas Terseret Kereta Api

by : On Juni 18, 2019

Madiun, Pewarta – Supadi (61), warga Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Meninggal dunia tertemper kereta api (KA) di perlintasan KA tanpa palang pintu Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun, Selasa (18/6/2019) pagi.

Kapolsek Wonoasri, AKP Muslich Bawani saat dikonfirmasi mengatakan, korban saat itu dari arah barat dengan mengendarai gerobak bentor hendak berangkat berjualan di sekitar SPBU Klitik. 

Pada waktu melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban diduga tidak mendengar ada KA Sancaka yang melintas sehingga korban tertemper KA hingga terseret sejauh 50 meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian. 

 "Korban memang mengalami gangguan pendengaran, kemungkinan korban tidak mendengar ada kereta lewat," jelasnya. 

Atas kejadian ini, Muslich menghimbau kepada masyarakat yang melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu hendaknya berhenti sejenak dan tengok kanan-kiri sebelum menyeberang rel.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, peristiwa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap lalu lintas KA. Hanya saja perjalanan KA Sancaka mengalami keterlambatan selama 13 menit(ant/red)

Grand Opening  Wisata Magetan Park

by : On Juni 18, 2019

Magetan, Pewarta – Masyarakat Kabupaten Magetan,dan sekitarnya bakal menikmati keceriaan berekreasi di lokasi wisata terbaru bernama Magetan Park. Lokasi wisata tematik ini juga merupakan taman rekreasi keluarga, kolam renang dan outbond.

Magetan Park merupakan destinasi wisata  yang berlokasi di hutan kota Magetan yang berada di jalan pahlawan nomor 14 Magetan. Dengan berbagai fasilitas yang menarik, Magetan Park cocok untuk berlibur bersama keluarga, cocok segala usia.

Magetan Park merupakan obyek wisata di Magetan  yang menggabungkan wahana bermain air dan outbond pertama yang tidak dimiliki oleh obyek wisata lain di Kota Magetan

“ Magetan Park memiliki kelebihan yang berbeda dari obyek wisata lain di Magetan serta mempunyai konsep yang berbeda, kita punya wahana bermain dengan bahan Unisol Import yang memiliki ketahanan serta kelenturan yang sangat kuat sehingga dipastikan keamanan dan kenyamanan anak selama bermain” ujar Heni Cs Market Magetan Park

Setelah grand opening, Heni berharap Magetan Park bisa menjadi kebanggaan  kota Magetan dalam bidang obyek wisata

“ ya berharap Magetan park menjadi kebanggaan dalam bidang obyek wisata, sehingga setiap orang yang berkunjung ke Magetan obyek wisata yang pertama diingat adalalah Magetan Park” harapnya

Hari ini (red-Selasa, (18/6) Magetan Park menggelar grand opening yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati  Magetan Suprawoto yang dimeriahkan lomba fashion show dan mewarnai bagi anak juga menampilkan artis ibukota Ifan seventeen.

Hadir pada grand opening Bupati Magetan Suprawoto, Forkopimda Magetan, Sponsor, tamu undangan serta masyarakat.

Sebagai informasi, selain punya fasilitas yang menarik Magetan Park juga memberikan diskon tiket masuk sebesar 50% yang berlaku hingga 29 Juni 2019.(st)

Pria Sidotopo Dibacok Dua Orang Tak Dikenal

by : On Juni 18, 2019

Foto: ketika keluarga membawa korban pulang dari RS.Dr Soetomo

SURABAYA | PEWARTA - 
Pembacokan itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB, saat korban duduk didepan rumahnya. Lalu ada dua orang berkendara tak dikenal tiba-tiba membacok korban dari belakang sehingga korban mengalami luka robek dibagian bahu sebelah kanannya,pada senin malam 18/06/2019.

 Korban Mat Sahlan (45) th, pria warga Sidotopo Sekolahan Gg 3 Kel. Sidotopo Kecamatan Semampir Kota Surabaya ini harus di larikan ke Rumah Sakit Dr, Soetomo Surabaya usai dibacok oleh dua orang tak dikenal di depan rumahnya.

Menurut keterangan Topa anak laki-lakinya korban. Mengatakan bahwa saat kejadian itu saya tidak tau persis namun pelaku itu yang jelas mengendarai Sepada motor dan Helm tanpa di buka sama sekali, "kata Topa, 

 Dengan kejadian pembacokan ini kemungkinan musuh ayah saya yang sebelumnya dibacok oleh keluarga ayah saya tarkait hutang piutang, namun Kasus itu sudah damai. 

"Tetapi semenjak Kasus kurang lebih 4tahunan aman-aman saja, dugaan saya pelaku pembacokan terhadap ayah saya itu. tak jauh adalah orang yang pernah di sakiti oleh keluarga saya,"ungkapnya Topa kepada awak Media Pewartanews. 

 Sementara anggota polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat di konfirmasi oleh Pewartanews.com Melalui telfon Selulernya, pihaknya Mengatakan bahwa Kasus pembacokan ini masih dalam proses penyidikan, "singkat anggota reskrim polsek Semampir ini. 

Dengan adanya kasus pembacokan tersebut, Keluarga dari korban berharap kepada pihak kepolisian agar kasus ini secepatnya bisa terungkap. 

"Sedangkan pelaku pembacokan ini agar secepatnya bisa segera ditangkap dan di proses sesuai hukum yang berlaku," Harapannya Topa, @agus

Asah Ketangkasan, Kodim 0802/Ponorogo Gelar Latihan Menembak

by : On Juni 18, 2019

Ponorogo - Pewarta - Untuk melatih ketangkasan menembak anggotanya, Kodim 0802/Ponorogo menggelar latihan rutin menembak di lapangan tembak Klego, Ponorogo, Selasa (18/06/2019).

Hal ini bertujuan agar naluri tempur prajurit, khususnya dalam hal kemampuan menembak tersebut tetap terpelihara dengan baik. Disamping itu, menembak juga merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI.
Kapten Inf Sunarji selaku komandan latihan menyampaikan bahwa latihan menembak ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kodim 0802/Ponorogo setiap 3 bulan sekali.

“Latihan menembak ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara periodik setiap tiga bulan sekali, dengan harapan kemampuan dan keahlian para prajurit Kodim/0802 Ponorogo, khususnya dalam hal menembak akan terus terpelihara," kata Kapten Inf Sunarji usai latihan menembak.
Menurutnya, peserta latihan harus tetap disiplin meski ini hanya latihan, sedangkan koordinator menembak senapan maupun pistol, wajib memberikan arahan kepada personil penyelenggara dan pendukung yang telah dibagi sesuai tugasnya.

"Para peserta latihan mengikuti jalannya latihan dengan semangat, serius dan penuh rasa tanggung jawab sesuai tahapan latihan, tentunya dengan tetap menjaga dan mengutamakan faktor keamanan dalam pelaksanaan latihan menembak", imbuhnya.

Pelaksanaan menembak ini akan berlangsung selama 2 hari, untuk senapan dibagi sepuluh lajur dengan satu sikap tiarap jarak 100 meter. Sedangkan untuk menembak pistol dibagi lima lajur dengan jarak 25 meter.

"Latihan menembak triwulan II Kodim/0802 Ponorogo ini rencananya akan dilaksanakan selama dua hari, dan hari pertama ini dikuti sekitar 237 personil," tandasnya. (ns)

Fashion Show Dan Mewarnai  Ramaikan Grand Opening Magetan Park

by : On Juni 17, 2019

Magetan, Pewarta - Perlombaan fashion show dan mewarnai anak-anak ramaikan pra opening Magetan Park yang akan digelar besok (red-Selasa, 18/6).

Lomba fashion dan mewarnai yang diikuti 150 anak yang terdiri 50 anak fashion show, dan 100 anak lomba mewarnai juga membagikan banyak doozprise bagi peserta lomba maupun pengunjung yang digelar sejak pukul 13.00 sampai dengan selesai pukul 17.00 wib

 Agus Manager promosi Magetan Park mangatakan  tujuan dari lomba ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menumbuhkan kreatifitas dan imaji serta perkembangan pola piker anak.

“Lomba ini meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Magetan, menumbuhkan daya kreatifitas  dan imaji anak-anak dan meningkatkan perkembangan pola piker anak” ujarnya

Agus berharap, dengan digelarnya lomba ini mampu memunculkan kreatifitas anak dan kebanggaan anak yang nantinya menjadi generasi yang tangguh, maju dan mandiri.
Sebagai informasi grand opening Magetan Parka akan dilaksanakan besok 18 Juni 2019 di Jalan Pahlawan nomor 14 Magetan juga akan menampilkan artis ibukota Ifan Seventeen.

Lebih menarik lagi tiket masuk Magetan Park akan mendapatkan potongan sebesar 50 persen berlaku hingga 29 juni 2019.(st)

PPWI Berduka, Koordinator PPWI Regional Papua Yerry Korwa Tutup Usia

by : On Juni 17, 2019

Jakarta, Pewarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya ke haribaan Tuhhan Yang Maha Esa, salah satu pengurus PPWI Nasional, Bapak Yerry Korwa, yang menjabat sebagai Koordinator Regional wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat), pada hari Minggu, 16 Juni 2019, pukul 23.30 WIB. Yerry Korwa menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak Numfor, di Kota Biak, Papua dengan diagnosa sakit jantung. Almarhum meninggalkan 5 anak yang sebagian besar sudah dewasa dan berumah tangga.

"Atas nama keluarga besar PPWI, seluruh anggota dan pengurus DPN, DPD, DPC dan Simpul Informasi PPWI se-Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa, berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Yerry Korwa, Koordinator PPWI Regional Pulau Papua. Almarhum telah menyelesaikan tugas duniawinya dan dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, ditempatkan di tempat yang terbaik. Semasa hidup, Pak Yerry telah berbuat banyak bagi PPWI, dan masyarakatnya di Biak Numfor," tulis Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kepada redaksi melalui jaringan WhatsApp-nya.Selama hidupnya, Yerry, demikian Putra Biak ini sehari-hari dipanggil, mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Biak Numfor. Beberapa jabatan penting pernah diembannya, terutama yang terkait dengan lingkungan, penataan kota, dan kebersihan.
Di PPWI, almarhum yang bernama lengkap Yerry Yermias Yeheskiel Korwa ini, cukup aktif berbagi informasi tentang berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan masyarakat adat di daerah Biak Numfor. Selain itu, saat beberapa kali ke Jakarta, tokoh Papua ini juga banyak membantu dan mendukung program-program PPWI, antara lain dalam kegiatan pelatihan jurnalistik dan menjadi kontributor di beberapa media yang dikelola oleh para anggota jaringan PPWI Nasional.

Pada masa-masa akhir hayatnya, almarhum aktif dalam organisasi Dewan Adat Biak. Yerry tercatat sebagai Sekretaris Dewan Adat Biak Numfor, yang dalam waktu-waktu terakhir ini sangat aktif melaksanakan berbagai event budaya di Biak Numfor.

Selamat jalan Bapak Yerry Korwa, ke tempat peristirahatan terakhir bagi segala mahluk. Keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan serta penghiburan, aminn… Rest in Peace Sahabat PPWI, Yerry Korwa. Bagi pembaca yang ingin mengenang atau berminat mengenal sosok Putra Papua pencinta NKRI ini, silahkan mengunjungi akun facebook almarhum YERRY KORWA. https://www.facebook.com/yerry.korwa.5 (APL/Red)

Drh. Sri Mukartini Canangkan OPAL di Lingkungan BBPMSOH

by : On Juni 16, 2019

Bogor, Pewarta - Pangan Adalah Kebutuhan Dasar Manusia Yang Pemenuhannya Dijamin Oleh Pemerintah, Baik Kuantitas Dan Kualitasnya. Ketahanan Pangan Nasional Dimulai Dari Ketahanan Pangan Di Tingkat Rumah Tangga. Dalam Rangka Memberikan Contoh Kepada Masyarakat Dalam Hal Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Pangan Dan Gizi Keluarga, Kementerian Pertanian Melaksanakan Obor Pangan Lestari (OPAL) Yang Kemudian Diatur Dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 Tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019.

Dalam Rangka Mendukung Penerapan Obor Pangan Lestari Di Balai Besar Pengujian Mutu Dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), Kepala BBPMSOH Drh. Sri Mukartini, M.App, Sc Mencanangkan OPAL Di BBPMSOH Pada Tanggal 14 Juni 2019, Dengan Didukung Penuh Oleh Para Pimpinan Struktural Dan Seluruh Pegawai BBPMSOH. Dalam Sambutan Pembukaannya, Kepala Balai Mengharapkan Agar OPAL Di BBPMSOH Dapat Menjadi Contoh, Baik Untuk Masyarakat Maupun Bagi Para Pegawai. Seluruh Pegawai Diharapkan Juga Ikut Berpartisipasi Dalam Mensukseskan OPAL Di BBPMSOH.

Sebagaimana Diketahi, Balai Besar Pengujian Mutu Dan Sertifikasi Obat Hewan, Disingkat BBPMSOH, Merupakan Unit Pelaksana Teknis Di Bawah Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan - Kementerian Pertanian Yang Mempunyai Tugas Pokok Melakukan Sertifikasi Dan Pengujian Mutu Obat Hewan Di Indonesia.

Berdasarkan Hasil Pemetaan Dan Penghitungan Lahan, Didapat Data Lahan Yang Akan Ditanami Tanaman Pangan Di BBPMSOH Seluas 429/M2 Yang Kemungkinan Akan Dapat Bertambah Lagi Luasnya. Lahan Ini Terbagi Dalam Beberapa Area Di Lingkungan BBPMSOH Diantaranya Lahan Didekat Gedung BSL 3, Lahan Samping Small Animal, Lahan Di Area Seksi RTP Dan Di Area Gedung Utama (Lab Uji). Adapun Beberapa Jenis Tanaman Yang Akan Ditanam Diantaranya : Sawi, Tomat, Cabe Rawit, Terong, Jagung Manis, Kangkung Dan Bayam.

Semoga Dengan Dicanangkannya OPAL Di BBPMSOH Dapat Mendukung Dalam Mewujudkan Tujuan Jangka Panjang Sebagai Upaya Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dalam Rangka Pemenuhan Gizi Masyarakat. (WHY/Red)