Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Pastikan Harga Sembako Stabil, Kapolres Tanjung Perak Sidak Pasar Kilometer

by : On April 06, 2020

Pewarta, Surabaya - Untuk memastikan harga bahan pangan di tengah maraknya wabah Covid-19, Jajaran Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan sidak dan meninjau harga bahan pokok di pasar kilometer kelurahan perak, Kecamatan Perak Timur Surabaya. elasa 07/04/2020 pukul 10.00 wib.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyianingrum, S.Si., M.H didampingi Kapolsek Pabean cantikan Kompol Mellysa Amelia S.H.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyianingrum mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran hanya menjalankan tugas untuk memastikan bahwa harga kebutuhan barang-barang pokok tetap stabil. Sekalipun ada kenaikan harga, diharapkan tidak signifikan, dan masih berada dibatas harga yang normal.

“Setelah di cek langsung ke lapangan, harga-harga stabil. Walaupun ada kenaikan harga seperti harga telur, jahe, tetapi menurut para pedagang itu sudah biasa, yang penting kenaikan tidak melonjak,” jelas Ganis.

Lanjutnya, “Insyallah untuk semua kebutuhan masyarakat masih dalam keadaan aman, dan pengecekan harga ini terus kita lakukan setiap hari, hanya satgasnya saja yang berganti-ganti,”.

Ganis juga berharap semoga kedepan Stok dan Stabilitas Harga Bahan Pokok pasar tradisional khususnya pasar kilometer tetap stabil dan tidak terjadi kelangkaan.(Ags)

MER-C Desak Pemerintah Bebaskan Siti Fadilah Supari untuk Bantu Penanganan Covid-19

by : On April 06, 2020

Lembaga Kegawatdaruratan Medis dan Kebencanaan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004 - 2009, Siti Fadilah Supari. Mengingat pengalaman Siti Fadilah Supari dalam menghadapi virus Flu Burung di Indonesia tahun 2005 dan keberhasilan beliau dalam membuka wawasan bagi negara negara lain di dunia dalam penanganan virus, sudah selayaknya bangsa Indonesia membebaskan beliau untuk membantu dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang masih banyak menyimpan berbagai misteri.

Selain itu pertimbangan kemanusiaan yang kritis mengingat usianya yang sudah memasuki 70 tahun, geriatrik dan mempunyai penyakit kronis. Dengan kondisi rumah tahanan dan usia geriatrik dimana rentan terkena Covid-19, memenjarakan beliau bisa menimbulkan pelanggaran kemanusiaan tentang Elder Abuse, yaitu memberlakukan kelompok usia geriatrik tidak sebagaimana mestinya dan menimbulkan resiko apalagi ditengah pandemi Covid-19.

Siti Fadilah Supari, sosok wanita yang cerdas, sigap dan berani sampai saat ini masih mendekam di penjara Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Mantan Menteri Kesehatan ini divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017 dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan di Kementerian Kesehatan yang pernah dipimpinnya.

Sebuah dakwaan yang tidak pernah diakuinya, meski di usianya yang sudah senja dengan berbagai penyakit yang mendera, namun vonis dijalaninya dengan sabar di penjara.

Ditengah merebaknya wabah virus corona yang penuh misteri ini, sepak terjang wanita kelahiran 6 November 1949 ini kembali dibutuhkan. Mengingat bagaimana sigap dan beraninya Siti Fadilah Supari sebagai Menkes saat itu mengatasi politik Pandemi Flu Burung dan membongkar ketidakadilan WHO dan AS terkait virus ini. Bahkan kala itu MER-C juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan Menkes Siti Fadilah untuk menutup lembaga penelitian USA di Indonesia, yaitu Namru 2. Keahlian dan integritasnya kembali diuji dalam menghadapi Pandemi Flu Babi. Sikap kritis beliau mendapat apresiasi dari berbagai negara lainnya dan dianggap menyelamatkan dunia dari bahaya konspirasi virus dunia.

Satu hal yang menjadi prioritasnya adalah kesehatan rakyat. Dia sadar betul bagaimana kesehatan adalah isu yang sangat penting dan berkaitan erat dengan ketahanan nasional suatu bangsa. Inilah yang ia jaga selama diamanahi tanggung jawab sebagai Menteri Kesehatan.

Atas dasar pertimbangan di atas, yaitu kemanusiaan dan kontribusi yang bisa diberikan bagi bangsa ini, kami MER-C mendesak Pemerintah Indonesia untuk dapat segera membebaskan Siti Fadilah Supari.

Kami berharap di luar penjara, Ibu Siti Fadilah Supari bisa turut menyumbangkan pemikiran dan keahliannya dalam mengatasi wabah virus corona yang tengah mengancam negeri kita tercinta Indonesia dimana angka kasus terus bertambah dari hari ke hari dan korban meninggal terus berjatuhan, termasuk tenaga kesehatan.

Sebelum semuanya terlambat, sebelum kasus semakin meluas, kami berharap semua potensi yang dimiliki bangsa ini, termasuk potensi putra putri terbaik bangsa yang mempunyai keahlian di bidang terkait segera dilibatkan untuk bersama-sama bergerak menghadapi dan mengatasi wabah ini.

Setelah ikhtiar maksimal, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa melindungi bangsa ini dan semoga wabah ini dapat segera hilang dari bumi Indonesia.

Jakarta, 7 April 2020
MER-C Indonesia

Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Pemkab Madiun Gelar Rakor

by : On April 06, 2020


 
Pewarta, Madiun - Forkopimda Kabupaten Madiun bersama instansi terkait melaksanakan giat rapat koordinasi percepatan penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 19 ( Covid 19) di ruang rapat Bupati Madiun, Senin (6/4/2020)

Perlu diketahui bahwa pemerintah pusat secara tertulis tidak melarang masyarakat melaksanakan mudik lebaran, namun pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Dengan adanya situasi yang seperti ini, Pemkab Madiun bersama Forkopimda  melakukan pembahasan bagian dari TIM Gugus percepatan penanggulan covid-19 dengan struktur baru sesuai dengan Mendagri yang sifatnya prefentif, proaktif dan rehabilitatif. Salah satunya mulai dari pencegahan hingga penanganan, baik sisi medis maupun non medis, dengan membagi tugas oleh seluruh forkopimda kabupaten madiun.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami mengatakan  rapat ini mengevaluasi tentang kesiapan tempat untuk isolasi bagi pemudik. Tapi yang kita sarankan tetap mengisolasi mandiri dirumah. Dalam rangka menghadapi pemudik, kebersamaan masyarakat perlu kedepankan.


Bupati berharap seluruh masyarakat kabupaten madiun saling mengingatkan saling menjaga diri semuanya. Ketika ada orang luar kota datang harap dimengerti, bahwa di kabupaten madiun sudah ada yang positif satu, sehingga ini menjadi perhatian kita dan semuanya harus menjaga diri masing-masing. Kesadaran Masyarakat sangat diperlukan, agar tetap dirumah dan menjaga jarak, tegas Bupati.” ungkap Bupati

Untuk tempat isolasi pemudik, Bupati mengaku sudah menyiapkannya, baik itu tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten. Namun beliau enggan menyampaikan titik-titiknya dimana saja. Yang terpenting pemudik harus mematuhi protapnya yang telah ditetapkan kabupaten madiun dan keluarga juga harus mengingatkan. Jadi para pemudik datang di kampungnya harus lapor ke Kepala Desa.


Bupati menghimbau, bagi masyarakat perantau yang sudah mempunyai keluarga tetap atau sudah mempunyai rumah diperantauan, jangan Pulang ke kampung halaman, tetap disana saja. Ini untuk menjaga pemudik sendiri dan keluarga yang ada di kampung halaman. Rata-rata para pemudik ini berusia di bawah 50 sedangkan yang dikampung itu usianya di atas 50 (orang tua dan kakek neneknya).

Menurut data dari aplikasi Diskominfo, bahwa angka pemudik di Kabupaten madiun, mulai dari hari jumat ada 6.413 dan sabtu sudah 8.089 minggu 9.547. Dengan melihat data tersebut artinya pemudik yang datang dikabupaten Madiun sebanyak itu. Jadi perlu dipahami dan mohon dimengerti kita menjaga keluarga kita masing-masing, tegas Bupati (ik/adv)


Ketua Kadin Jatim : Gaji, THR dan Gaji Ke-13 Tetap Harus Diberikan Pemerintah

by : On April 06, 2020

Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Timur, Basa Alim Tualeka 

Pewarta, Surabaya - THR dan gaji ke-13 tetap harus diberikan Pemerintah, karena anggaran yang diberikan untuk para PNS dan para pensiunan PNS  setiap tahun tersebut sudah terprogram  artinya sudah tersedia anggarannya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Timur, Basa Alim Tualeka menanggapi pernyataan Menkeu (Menteri Keuangan) Sri Mulyani yang mengatakan "Dengan penerimaan turun, di sisi lain belanja tertekan. Masih membahas langkah-langkah. Kami bersama Presiden minta buat kajian pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi, mengingat beban negara meningkat," terang dia, dalam rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4).

Basa sapaan akrab pria yang murah senyum ini jika THR dan gaji ke-13 tidak diberikan akan bisa merembet ke lembaga lain tidak memberi THR, seperti  BUMN, BUMD dan Pengusaha.

"Sebagai pribadi dan secara organisasi sebagai Ketua Kadin Jatim dan atas nama pengusaha menghimbau kepada  pengusaha dan pimpinan perusahaan di Jatim agar semua peduli terhadap karyawan atau para staf perusahaan agar gaji atau honor tetap berjalan seperti biasa, dan di himbau untuk memberikan tunjangan tambahan khusus akibat virus corona, sehingga membuat semua keluarga beta rumah masing masing,'' ujarnya.

Curi Motor, Pria Diamankan Polisi Polsek Kenjeran

by : On April 05, 2020

PEWARTA, SURABAYA- Unit Reskrim Polsek Kenjeran wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menciduk satu pria bernama Bahrul Ulum (23) warga Jalan Wonosari Wetan Gg. 1F Surabaya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan 1 unit sepeda motor dengan nomor polisi L 2236 DQ jumat 03/042020 sekira pukul 11.00 WIB.


Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami menjelaskan, pelaku pencurian kendaraan pertama kali di amankan oleh anggota TNI dan korban, ketika korban menyanggong pelaku di pintu masuk suramadu sisi madura.

Pada saat itu pelaku berniat akan mengantar barang curiannya ke pulau madura dengan melintasi jembatan suramadu Senin (06/04/2020).

"Pad saat itu korban masuk ke dalam rumah, pelaku melihat motor korban tanpa ada seorangpun, kemudian dua pelaku ini langsung menggasak motor korban lalu di bawa lari, ketika korban keluar rumah, sepeda motor miliknya telah hilang dicuri oleh orang yang tidak dikenal." Terang dia.

dengan kejadian pencurian, korban langsung melaporkan ke Polsek Kenjeran Surabaya, sedangkan anak korban yang bernama Vincent melakukan penghadangan di sekitar Gate sepeda motor di akses masuk jembatan Suramadu sisi Surabaya.

"Ketika berada di pimtu masuk suramadu anak korban melihat seorang Laki-laki yang sedang membawa sepeda motor milik orang tuanya yang akan di bawa masuk ke pulau Madura. anak korban ini langsung berteriak maling-maling, kemudian di bantu oleh masyarakat yang ada di sekitar lokasi."tandasnya Esti.

Saat melakukan aksinya pelaku ini bersama temannya Alfan (DPO) Pelaku Bahrul Ulum merupakan berperan sebagai Joki menyeberangkan sepeda motor hasil curian ke sampang Madura, sedangkan yang memetik langsung adalah Alfan dan Farhan yang sekarang berstatus (DPO),” tambah dia.

Selanjutnya tersangka berikut barang bukti di amankan ke mako Polsek Kenjeran untuk di proses penyidikan lebih lanjut.

polisi masih memburu kedua pelaku yang menjadi daftar pencarian orang (DPO), Alfan dan Farhan yang berhasil kabur," pungkasnya. (Ags)

Babinsa Kelurahan Banjarsari membagikan Masker kepada Warga binaannya

by : On April 05, 2020

Surakarta, Bentuk kepedulian Aparat teritorial kepada Masyarakat di wilayah Binaannya terkait pencegahan penyebaran Virus Corona di Masyarakat ,Babinsa Kel.Banjarsari Koramil 02/Banjarsari kodim 0735/Surakarta Serda Mujono membagikan Masker kepada Warga di TPU Bonoloya  Kelurahan Banjarsari kec.Banjarsari Surakarta berjumlah 25 Biji Masker
( Minggu 5/4/2020).

Pembagian Masker ini merupakan wujud nyata Aparat teritorial ( Babinsa) sebagai upaya ikut serta  dalam pencegahan dan mematikan Penyebaran Virus Covid -19 di lingkungan Masyarakat salah satunya dengan penggunaan Masker.

Disela -Sela pembagian Masker Serda mujono juga memberikan Himpunan Kepada Warga agar mengikuti maklumat yang telah di tetapkan oleh pemerintah kota untuk mencegah dan mematikan penyebaran Virus Corona di wilayah Surakarta.dengan cara Hindari bergerombol Duduk jaga Jarak Minimal 1 meter  .memakai masker ,selalu cuci tangan .

Babinsa Mangkubumen pimpin  Apel penyemprotan di wilayah kelurahan Mangkubumen

by : On April 05, 2020

Pewarta, Surakarta - Babinsa Kel Mangkubumen Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Sujianto pimpin Apel  Anggota linmas dan satgas Ormas  dalam rangka kegiatan penyemprotan disenfektan di Rw 13 dan Rw 14 Kel. Mangkubumen Banjarsari surakarta, (5/4)

Sebelum pelaksanaan  penyemprotan diawali  dengan kegiatan apel  pengecekan yang di ikuti 40 orang anggota linmas dan Satgas Ormas wilayah Mangkubumen  serta pembagian tugas  penyemprotan

Disela - sela pelaksanaa apel pengecekan Serma Sujianto memberikan Beberapa masukan  kepada peserta apel  Sebagai berikut Lakukan kegiatan penyemprotan ini dengan tulus dan iklhas niatkan ini sebagai ibadah, kegiatan penyemprotan ini harus dilakukan secara  terus menerus sampai  dinyatakan surakarta bebas dari virus corona, Lakukan kebiasaan hidup bersih dari diri sendiri keluarga kita dan lingkungan kita, Selama ada wabah virus corona Jangan keluar rumah apabila tidak perlu sekali atau urgent / bila keluar rumah selalu gunakan masker, Jangan pernah bosan untuk mengingatkan kepada setiap orang agar tidak bergerombol dan pernah bosan untuk melakukan penyemprotan ini dan Tetap semangan dan jangan lupa berdoa

Adapun sasaran dalam penyemprotan  tempat ibadah yang ada di wilayah Rw 13 dan 14 dan lingkungan di RW Tersebut. Pada saat kegiatan penyemprotan Serma Sujianto juga mengh imbauan kepada Masyarakat yang masih duduk bergerombol agar tidak bergerombol dan Bubar serta memberi penekanan
Agar pada saat duduk jaga jarak, memakai Masker dan cuci tangan hal ini untuk mencegah dan mematikan penyebaran Virus Corona (Covid -19).(Agus Kemplu)

Dandim Solo dan Forkopimda Mendistribusikan Logistik  Pengamanan Sosial Tanggap Darurat KLB Pandemi Corona Wilayah Kota Surakarta.

by : On April 05, 2020

Pewarta, Surakarta- Bertempat di Perusda Pedaringan Jl. Kentingan no1 Jebres Surakarta Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata S Aji, SE, MDS bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta dan instansi lainnya melaksanakan Pendistribusian Logistik Pengamanan Sosial dalam penanganan Tanggap Darurat kejadian Luar Biasa (KLB) Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) wilayah Kota Surakarta Tahun 2020 yang diadakan oleh Pemkot Surakarta untuk Warga yang terdampak Virus Covid-19, dengan Jumlah 40 Ribu Per Paket Sembako dan Pendistribusian di lepas Langsung oleh Walikota Surakarta, (5/4)

Adapun Bahan paket sembako yang terdiri dari Beras 10 Kg, Gula 1/2 Kg, Mie instan 3 Bungkus, Telur 3 Kg, Teh Seduh 2 kotak, Kecap 1 Bungkus dan Minyak goreng 1 Kg.

Hadir Dalam Kegiatan tersebut diantaranya Fx Hadi Rudiatmo (Walikota surakarta), Dr. H. Ahmad Purnomo (Wakil Walikota surakarta), Ir. Ahyani M.A (Sekda Kota Ska), Kompol I ketut Sukarda (Kabag Ops), Para Muspika Kota Surakarta, Para Kapolsek Jjran Polresta Surakarta
-Para Danramil Jajaran dan Tamu undangan lainnya.

Dalam ambutan Walikota Surakarta menyampaikan disini kita akan mengadakan Pendistribusian Logistik bagi warga yang langang terdampak Virus covid-19 agar tidak kekuarangan bahan pokok. Tujuan ini bukan untuk mencari sensasi tapi kita peduli kepada warga masyarakat dalam situasi pandemi ini, Kita Juga membuat masker sendiri karena sempat sulit kita mencari masker yang di pasaran dan dengan harga yang tinggi, agar kita Juga bisa menjdi contoh warga masyarakat untuk selalu pakai masker untuk menjaga kita virus, Mari kita disini bersama-sama saling peduli satu sama lain agar pandemic ini cepat berlalu dan keadaan bisa pulih Seperti semua.

-Beliau menambahkan Saya tegaskan kembali Kota Surakarta tidak bebas dari Virus mohon untuk patuh terhadap kebijaksaaan dan aturan pemerintah, mari kita berkerjasama saling peduli utk memutus mata rantai virus corona dan agar pandemi ini Cepat selesai

Untuk jumlah dan Tujuan Pendistribusian adalah Kecamatan Laweyan 4055 Paket, Kecamatan Serengan 2437 Paket, Kecamatan Pasar kliwon 4671 Paket, kecamatanJebres 6561 paket dan Kecamatan Banjarsari 7746 paket,
Pendistribusian akan di disbutribusikan ke setiap kelurahan di Wilayah Tiap kecamatan di wilayah kota Surakarta dan di bagikan Kepada warga yang terkena Dampak langsung Virus covid 19.
(Agus Kemplu)

Terkait Dakwaan Nikah Palsu, Alumni Lemhannas Berharap Hakim Membebaskan Terdakwa

by : On April 05, 2020

Ketrangan foto: Agus Butarbutar dan istrinya Juniar
Pewarta, Jakarta – Sebuah kasus unik tentang nikah palsu sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara saat ini. Pasangan suami-istri, Agus Butarbutar SH (54) dan istrinya Juniar (53) diajukan ke pengadilan atas laporan pelanggaran pidana pembuatan akta perkawinan antara Juniar dengan mantan suaminya almarhum Basri Sudibyo yang diduga palsu. Keduanya didakwa melanggar pasal 264 dan/atau 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Kasus ini unik karena beberapa hal, antara lain Agus Butarbutar sebagai suami Juniar saat ini ikut diseret ke pengadilan sebab diduga ikut serta dalam tindak pidana yang disangkakan kepada istrinya. Sesuatu yang absurd bagi seseorang suami ikut terlibat membuatkan surat nikah istrinya dengan lelaki lainnya, dengan dalih apapun juga.

Keunikan lainnya adalah karena pernikahan antara Juniar dengan almarhum Basri Sudibyo benar-benar pernah terjadi sebagai fakta. Hal itu dibuktikan dengan adanya prosesi pernikahan melalui pemberkatan pernikahan di sebuah gereja oleh seorang pendeta. Namun, diklaim sebagai nikah palsu.

Menanggapi kasus tersebut, Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 menyayangkan tentang konflik keluarga itu masuk ke ranah pengadilan. “Sebenarnya, kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak harus menyisakan penderitaan kepada setiap pihak yang sebenarnya punya pertalian kekeluargaan itu,” ujar Wilson di Jakarta kepada pewarta media ini, Minggu, 5 April 2020.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga (PPWI) itu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pola penyelesaian persoalan keluarga semacam ini oleh aparat penegak hukum. “Polisi sebenarnya harus juga berfungsi sebagai mediator dalam kapasitasnya sebagai pelayan, pengayom, pelindung, dan penolong masyarakat. Bukan justru menjadi provokator dan membantu menjerumuskan warga yang berkonflik ke dalam situasi yang makin sulit. Ketika persoalan masuk ke meja hijau, apapun hasilnya, keretakkan hubungan kekeluargaan antara anggota keluarga itu sudah terjadi dan makin merusak,” beber lulusan pasca sarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, ini.

Demikian juga pihak kejaksaan, sambung Wilson, sebaiknya harus mereformasi pola penanganan perkara di pengadilan. “Tidak memelihara mind-set bahwa jika terdakwa dibebaskan, berarti JPU kalah. Bukan begitu. Yang harus ditanam dalam pikiran seorang jaksa adalah bahwa ia berfungsi menghadirkan kebenaran dan keadilan di pengadilan. Jadi, jika tuduhan kekurangan bukti, atau tidak bisa dibuktikan, maka jaksa harus menuntut bebas para terdakwa yang dituntutnya. Memang ini aneh, tapi itulah esensi tugas aparat penegak hukum itu, menghadirkan kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat,” urai Wilson yang juga menyelesaikan program pasca sarjanannya di bidang Applied Ethics di Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia, itu.

Melihat esensi tuduhan nikah palsu antara Juniar dan almarhum Basri Sudibyo yang diperkarakan itu, kata Wilson, hal ini juga menurut dia tidak pada tempatnya. Sebuah pernikahan tidak hanya melibatkan seseorang dua orang, tapi juga beberapa pihak lain. “Pernikahan Juniar dengan almarhum itu misalnya, diresmikan di gereja oleh seorang pendeta, dan pasti disaksikan banyak jemaatnya. Jika pendetanya (berdasarkan informasi yang beredar) dianggap palsu, maka yang semestinya dituntut adalah sang pendeta itu, sebagai pendeta palsu. Bukan pasangan suami-istri yang dituduh berbuat nikah palsu,” jelas Wilson menambahkan.

Bagaimana dengan dokumen nikah yang dianggap palsu? Menjawab pertanyaan ini, Wilson mengatakan bahwa harus dibuktikan apakah ada dokumen nikah yang asli yang dipasukan atau dibuatkan dokumen lain seolah-olah sebagai dokumen yang aslinya. “Dalam konteks ini, harus ada dua dokumen, salah satunya asli, dan satunya lagi diduga palsu. Jika ada dua dokumen yang sama, dapat diduga ada tindak pidana pemalsuan,” kata Wilson.

Kedua, pemalsuan dokumen terjadi jika data, informasi, keterangan, dan lain-lainya dalam dokumen itu tidak sesuai dengan fakta alias dokumen bohong. “Sepanjang isi dokumen nikah antara Juniar dan almarhum suaminya itu sesuai fakta yang ada, maka dokumen itu menurut saya tidak palsu,” tegas alumni Ketua Asosiasi Persaudaraan Indonesia Maroko itu.

Oleh karena itu, dari semua fenomena ini, Wilson Lalengke berharap agar Hakim PN Jakarta Utara yang menyidangkan kasus itu dapat bersikap arif dan bijaksana dengan membebaskan para terdakwa, Agus Butarbutar dan istrinya Juniar. “Peradilan kita di negeri ini sebenarnya ibarat zombie, ada wujud tapi kehilangan roh. Kearifan dan sikap bijaksana para hakimlah yang jadi harapan kita untuk mengembalikan roh kebenaran dan keadilan berbasis kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia. Terima kasih,” tutup alumni Program Persahabatan Indonesia – Jepang Abad 21 ini. (APL/Red)

Referensi:
1. https://www.projustisianews.com/berita-pengadilan/lasman-siahaan-memintapn-jakut-terima-permohonan-agus-butar--butar/
2. https://www.tabloidskandal.com/fakta/agus-dan-istrinya-minta-penangguhan-penahanannya-dikabulkan.html

3 Warganya Positif Corona, Ponorogo Dinyatakan Zona Merah

by : On April 05, 2020

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.
Pewarta, Ponorogo - Penyebaran virus Corona di Jawa Timur terus bertambah, salah satunya di Kabupaten Ponorogo yang sebelumnya tidak terdapat orang yang positif terpapar Covid-19, pada Minggu malam, (5/4), melalui Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengumumkan bahwa tiga orang warga Ponorogo dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

Hal ini diperkuat dengan adanya hasil Tes Swab yang dilakukan di laboratorium Universitas Airlangga Surabaya, yang menyatakan ketiga pasien asal Ponorogo tersebut positif terjangkit virus corona.

"Benar, bahwa 3 warga Ponorogo saat ini dinyatakan positif Corona, dan sudah seminggu dirawat di RSUD Hardjono Ponorogo," kata Bupati Ipong.

Menurutnya, ketiga pasien ini dari cluster haji di Sukolilo Surabaya. Dan ketiganya merupakan bagian dari sembilan orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang dikirim oleh Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

"Ada 9 orang yang dikirim ke Surabaya. Dari 9 orang tersebut, 5 orang tidak mengalami gejala dan sudah di tes hasilnya negatif, sedangkan 4 orang lagi dilakukan tes, hasilnya 3 positif dan 1 negatif”, imbuhnya.

Selanjutnya, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menghimbau kepada masyarakat Ponorogo untuk tetap tenang dan tidak panik, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat, dengan sering mencuci tangan, melakukan social distance, melaksanakan himbauan pemerintah serta memperbanyak berdo’a.

"Meski saat ini Ponorogo zona merah, saya menghimbau agar masyarakat tetap tenang, tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, taati himbauan dari pemerintah, sembari kita terus berdoa agar bisa secepatnya melalui ini semua”, tandasnya. (ns)

Diguyur Hujan, Talud Halaman SDN 3 Wonosidi Pacitan Longsor

by : On April 05, 2020


Pewarta, Pacitan - Terjadi bencana alam talud halaman SDN 3 Wonosidi longsor menyebabkan jalan di Desa lumpuh tertimbun tanah. Terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi sabtu (4/4/2020) kemarin, hujan menguyur di Wilayah Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur.

Babinsa Koramil Tulakan, Serda Arif Binarto, mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga setempat pada hari ini Minggu (5/4/2020). Pihaknya tak lama kemudian bersama masyarakat dan trantip Desa serta Babinkamtibmas bergegas kelokasi kejadian. Untuk membersihkan tanah yang menimbun, agar segera bisa untuk melintas kendaraan.

"Saya setelah mendapatkan laporan dari warga pagi tadi langsung menuju lokasi, untuk membantu masyarakat membersihkan timbunan tanah di jalan agar segera bisa di lewati,"terangnya.

Akibat kejadian tersebut diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta. Dengan adanya demikian masyarakat di himbau selalu waspada. Pasalnya, musim saat ini kerab terjadi hujan deras, tidak menutup kemungkinan terjadi longsor apalagi kondisinya pegunungan.

"Dari kejadian ini kurang lebih sekitar Rp 50 juta, kami menghimbau masyarakat tetap waspada karena saat-saat seperti ini sering terjadi hujan yang lebat,"jelasnya.(*)

Penyemprotan Disinfektan Sasar Pasar Simo

by : On April 04, 2020

BOYOLALI. Tim Satuan Gugus Tugas Forkopimcam Simo gelar penyemprotan cairan disinfektan dengan sasaran Pasar Simo, Dukuh Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali dengan menggunakan mobil Damkar BPBD Kabupaten Boyolali, hal ini dilakukan untuk mengendalikan pencegahan penularan virus Corona (Covid-19), (05/04).

Menurut Camat Simo, Noegroho Wahyoe Soebroto, S. Sos. hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan bahaya wabah Covid-19. Terkait sarana prasarana maupun cairan disinfektan ini disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk hidup bersih menjaga lingkungan selalu cuci tangan dengan sabun jangan keluar rumah jika memang tidak terlalu penting, hindari bersalaman terlebih dahulu, saya akan terus berkoordinasi dengan ketua RT/RW agar mendata para pendatang yang masuk Desa Simo agar bisa mengontrol guna mempersempit  penyebaran Covid-19 agar semua steril dan selalu berdo'a agar jauh dari mara bahaya ini, Penyemprotan disinfektan ini untuk kepentingan umum, dan dilakukan ditempat umum, saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik," jelas Camat Simo.

Senada, Danramil 12/Simo Kapten Inf Pujianto saat ditemui mengatakan, penyemprotan disinfektan untuk pencegahan Covid-19 di tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan covid-19.

“Kegiatan ini disamping melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan juga akan kami selipkan himbauan-himbauan kepada warga akan bahaya virus Corona (Covid-19) dan cara pencegahannya. Kegiatan ini akan kami mulai disepanjang ruas jalan pasar, serta toko-toko”. Ungkap Danramil

Danramil juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi dan mengikuti arahan pemerintah, seperti terkait social distancing, dan mengedukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Jangan keluar rumah atau tunda bepergian ke tempat-tempat keramaian, jaga jarak bila bertemu siapapun, hindari jabat tangan atau bersentuhan langsung, rajin cuci angan menggunakan sabun atau air mengalir”. Pungkas Danramil.(Agus Kemplu)