Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Bu Nyai Hj Munjidah Wahab Maju Ketua DPW PPP Jatim atas Panggilan Simpatisan

by : On Mei 25, 2021


 SURABAYA JATIM, Pewarta
– Perhelatan MUSWIL IX DPW PPP Jawa Timur yang dilaksanakan pada 31 Mei 2021 di Surabaya dipastikan akan lebih berkuwalitas dengan kesediaan Bu Nyai Hj Munjidah Wahab maju sebagai Ketua DPW atas permintaan dan perintah Ketua Umum DPP PPP H Suharso Monoarfa pekan lalu. Bu Mun demikian belIau akrab disapa adalah Bupati Jombang, Ketua Muslimat PW NU Jatim dan Wakil Ketua DPW PPP. Ditangannya PPP Jatim akan lebih Berjaya pada Pileg 2024 yang akan datang. Sebagian besar DPC PPP optimis bahwa dengan dikomandani Bu Nyai akan lebih ringan tugas-tugas kepartaian dan upaya pendulangan suara. Bahkan Ketua Alumni Ponpes Al Anwar Jatim KH Ahmad Mizan Basyari menyampaikan “Mutlak Alumni Sarang mendukung sepenuhnya Bu Nyai sebagai Ketua DPW Jatim”. Pernyataan serupa juga disampaikan Ustadz Ahmad Zahni dari Magetan “Secara otomatis dzuriyah dan Alumni serta santri Tambakberas pasti turut mensupport, Semoga manfaat dan barokah”. Disamping itu, Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa juga sudah merestui Bu Nyai Munjidah sebagai Ketua DPW PPP Jatim. Muswil 9 ini menjadi tonggak baru dan bersejarah bagi PPP, Peraturan Organisasi dan AD ART menjamin terlaksananya permusyawaratan yang diatur secara modern serta professional dibawah komando DPP PPP. Dulu, yang menerbitkan SK DPC Kabupaten/Kota adalah DPW, sekarang menjadi wewenang dua tingkat di atasnya yaitu DPP, maka sudah menjadi kewajiban bagi DPC Kab/Kota untuk sami’an wa atho’an pada keputusan DPP. Saat ditemui disela-sela tugas sebagai Bupati Jombang, Bu Nyai Munjidah Wahab yang terlihat sangat fresh dengan busana nuansa hijau belau menyampaikan “Untuk PPP dan NU Saya siap bukan hanya karena ada permintaan khusus dari Pak Ketum, tapi juga karena dukungan dari Pengurus dan simpatisan PPP, kedepan mari bersama-sama mewujudkan PPP tetap eksis serta maju berkembang dalam ridho Alloh robbul ‘izzati”    (Is)   

Segera Dibuka UNESA di Magetan, Lokasi Perkuliahan di Maospati

by : On Mei 20, 2021

 


Magetan, Pewarta – Guna mempermudah akses pendidikan  serta mewujudkan sumber daya manusia unggul, Pemerintah Kabupaten Magetan  bersma UNESA akan membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Halm tersebut menyusul hal itu, Bupati Magetan, Supraowoto beraudiensi dengan jajaran Civitas Akademika UNESA Surabaya yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd, beserta rombongan di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha. Kamis  (20 /5/2021)

"PSDKU di Magetan mempersyaratkan program studi yang dibuka harus terakreditasi A sesuai dengan kampus utama, serta persyaratan akademis yang lengkap," jelas Bambang Yulianto.

Rencananya, lanjut Bambang, ada 3 program studi PSDKU UNESA di Magetan. Yang mana ketiganya merupakan program mandiri dengan syarat masuk melalui jalur prestasi keagamaan, jalur prestasi olahraga, dan jalur prestasi kepemimpinan.

Di tempat yang sama, Bupati Magetan, Suprawoto, mengatakan jika UNESA besar di Magetan maka hal itu akan menjadi tonggak sejarah."Kalau UNESA besar di sini, orang-orang besar hadir di sini maka akan mencatatkan sejarah baru di Magetan," ungkap Suprawoto.

Rencananya, berdasarkan studi kelayakan akan dibuka 3 prodi untuk tahun pertama, diantaranya S1 Pendidikan IPA (FMIPA), S1 Pendidikan Jasmani (FIO), dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (FIP) dengan proyeksi setiap tahun bertambah prodi yang dibuka. Sementara untuk lokasi perkuliahan rencananya bakal ditempatkan di SMA PGRI Maospati

Bupati berharap, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, 16 prodi bisa terealisasi di Kabupaten Magetan. (ik)

 

Pemkab Madiun Gelar Pertemuan dengan Wartawan Bahas PTM

by : On Mei 20, 2021

 


Madiun, Pewarta  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas komunikasi dan Informatika  (Diskominfo) menggelar pertemuan dengan awak media membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang berlangsung di salah satu rumah makan di kabupaten Madiun, Kamis (20/5/2021)

 Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M. Ak, Kepala dinas Kominfo, Sawung Rehtomo, Kepla Dinas Pendidikan, Siti Zubaedah dan Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Amam Santoso

Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menekankan  kepada semua pihak yang masuk dalam PTM harus disiplin mematuhi Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Menurutnya SOP yang disusun sudah melalui kajian sebagai panduan pihak dalam PTM untuk meminimalisir dan memtus penyebaran Covid-19

“ Kuncinya semua pihak yang terlibat di PTM ini harus disiplin mematuhi  SOP dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan “ ungkap Wabup Madiun H. Hari Wuryanto

Diakui Wabup, pihak dinas kesehatan sudah melakukan simulasi  PTM di SD dan SMP 1 Mejayan  selama 2 jam tanpa istirahat, sehingga dua sekolah ini dapat menjadi role mode dalam pelaksanaan PTM.

Sementara itu, sekretaris dinas kesehatan kabupaten Madiun dr. Amran Santoso, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi mulai dari vaksinasi bagi tenaga pendidik, pengetatan protokol kesehatan , pembatasan siswa, dan SOP berlapis mulai siswa berangkat hingga pulang sekolah

Pengamat:  Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2020 Dalam Posisi Terendah

by : On Mei 16, 2021


Jakarta, Pewarta
- Direktur Political and Publik Policy Studies (P3S) Jerry Massie berpendapat politik identitas yang "menggurita" menyebabkan indeks demokrasi Indonesia turun. Hal ini dikatakan Jerry di Jakarta, Minggu (16/5/2021).

Jerry menyebutkan The Economist Intelligence Unit (EIU) sebelumnya merilis Laporan Indeks Demokrasi 2020, dimana Indeks demokrasi Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 6,3.

"Saya kira selain pandemik corona, maraknya radikalisme dan intoleran juga menyebabkan indeks demokrasi Indonesia turun. Apalagi saat pembubaran FPI, terjadi sejumlah aksi bom bunuh diri. Tapi yang menonjol politik identitas yang kian menggurita. Ini adalah indikator sehingga indeks demokrasi kita turun," katanya. 

Meski dalam segi peringkat Indonesia masih tetap sama dengan tahun sebelumnya, namun skor tersebut menurun dari yang sebelumnya 6,48. "Memang agak turun, tapi kita harus mempertahankan posisi kalau perlu tahun 2021 akan lebih baik," ujarnya.

Jerry mengatakan hal itu lantaran indeks demokrasi Indonesia tahun 2020 merupakan angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. "Perlu diperbaiki lagi sistem demokrasi Indonesia.  Jangan sampai sebagai negara dengan demokrasi cacat," ungkap Jerry.

Pemerintah akan melakukan langkah-langkah agar indeks demokrasi Indonesia pada tahun mendatang bisa terus naik.  Pemerintah lebih punya strategi "open management", "open minded" dan menghindari konflik kepentingan atau "conflict interest".

"Paling utama transparansi ke publik berkata apa adanya dan juga membuka komunikasi yang seluas-luasnya. Menutup celah radikalisme dan intoleran dan membuka diri untuk hal yang positif. Perlu adanya persuasif (pendekatan) dan harus menghindari politik pencitraan," paparnya.

Jerry juga mengatakan, reformasi yang telah berjalan 23 tahun diharapkan bangsa Indonesia mampu mempertahankan nilai demokrasi, memperkokoh nilai persatuan serta menegakkan nilai-nilai Pancasila.

"Saya kira nilai-nilai reformasi bisa terasa sampai saat ini. Kita perlu berterima kasih pada tokoh reformis yakni mahasiswa Trisakti yang tewas saat terjadi pergolakan menurunkan rezim Orde Baru. Kita tinggal menjaga dan memelihara nilai reformasi itu," tuturnya.

Memang  telah terjadi reformasi birokrasi seperti "one stop service", perbaikan integritas dalam pemberian pelayanan, penghematan dalam proses pengadaan barang dan jasa, meningkatnya motivasi kerja dan kebanggaan atas instansi-nya, meningkatnya produktivitas karyawan serta kompetitif-nya sistem remunerasi instansi.

Berdasarkan catatan KemenPAN-RB,  terjadi juga perbaikan akuntabilitas instansi pemerintah. Persentase instansi pemerintah provinsi yang akuntabel naik dari 31 persen tahun 2010 menjadi 63 persen tahun 2011 dan 76 persen tahun 2012.

Sementara untuk pemerintah kabupaten/ kota, naik dari 5 persen tahun 2010 menjadi 13 persen tahun 2012. Untuk pemerintah pusat naik dari 63 persen tahun 2010 menjadi 83 persen tahun 2011 dan 95 persen tahun 2012 serta target keseluruhan pada tahun 2014 adalah 80 persen.

Berdasarkan hasil evaluasi reformasi birokrasi tahun 2019, baru 40 kementerian dan lembaga yang tunjangan kinerja-nya mencapai 80 persen.  "Sementara Indeks reformasi birokrasi Indonesia cukup baik pada 2018 (75,50 persen), dan 2019 (77,70 persen)," pungkas Jerry.(red)

Berharap Berkah Ramadhan, IKS PI Kera Sakti Santuni Yatim Piatu dan Bagikan Bingkisan Lebaran

by : On Mei 10, 2021


Madiun, Pewarta
- Memberi manfaat kepada semua terus dilakukan berbagai pihak dalam kondisi merebaknya wabah Covid-19 yang masih mewabah, apalagi di bulan Ramadhan 1442 H yang penuh berkah ini. Perguruan Pencak Silat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti Pusat Madiun menggelar bakti sosial memberikan santunan dan paket sembako kepada masyarakat yang berlangsung di Graha Wicaksana, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Sabtu 8 Mei 2021

 Ratusan paket sembako dibagikan kepada warga sekitar Padepokan  Totong Kiem Darto, secara simbolis diserahkan langsung Ketua Umum IKSPI Kera Sakti Drs. Bambang Sunarja, MA didampingi segenap jajaran pengurus pusat

Selain itu, santunan juga di berikan kepada anak-anak  Yatim Panti Asuhan Siti Hajar di Jalan Roro jonggrang, Patihan Madiun



Ketua umum IKSPI Kera Sakti Drs. Bambang Sunarja, MA mengatakan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama terlebih di tengah Pandemi Covid-19 ini, sedikit membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan ekonominya

 Dengan Bakti Sosial ini, Bambang berharap,  agar di bulan Ramadhan ini seluruh pengurus dan anggota IKS PI Kera Sakti memperoleh berkah melimpah dan do’a yang baik dari para penerima santunan sehingga tahun-tahun kedepan bisa lebih banyak lagi santunan yang dibagikan.

 “ Semoga bermanfaat bagi para penerimanya, dan mendapat berkah yang melimpah serta do’a terbaik dari para penerima untuk anggota IKS PI Kera Sakti se Nusantara “ pungkas Bambang (Is)

 

Bupati Jombang  Pantau Pos Penyekatan

by : On Mei 09, 2021


Jombang
- Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Forkopimda menyempatkan diri memantau Pos Penyekatan yang berlokasi di Exit Tol Bandarkedungmulyo, Jombang, Sabtu (08/05).

Di tengah pemantauan tersebut, Bupati Mundjidah menuturkan bahwa pemeriksaan dokumen dari kendaraan yang melintas ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov Jatim.

 "Ibu Gubernur sudah memberikan statement bahwasanya suatu penyekatan per antar wilayah dalam provinsi Jawa Timur sendiri tetap dilakukan, untuk mencegah penyebaran Covid-19," tutur Bupati Mundjidah.

 Meski demikian, kendaraan asal Kabupaten Jombang pun turut menjadi atensi.

 "Beberapa yang kita cek adalah dokumen perjalanannya. Karena beberapa dari poin di Permenhub sendiri ada pengecualian angkutan barang, angkutan urgen, maupun kegiatan dinas," ujarnya

 Volume kendaraan tampak menurun, tidak tampak kepadatan arus lalu lintas. Masyarakat sudah disiplin menyiapkan kelengkapan administrasi atau syarat wajib masuk Jatim. Surat tugas dan bebas Covid-19 harus dibawa pengendara yang masuk Jatim melalui exit tol. Sebab mereka yang masuk tol harus melaksanakan PCR terlebih dahulu.

 "Alhamdulillah, arus lalu lintas lancar, tertib, tidak terjadi kepadatan, volume kendaraan menurun. Masyarakat kita patuh dan tidak nekat mudik pada lebaran tahun ini demi menjaga, melindungi diri dan keluarga dari paparan Covid-19," pungkasnya.

 

 

Kakak Adik Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

by : On Mei 09, 2021


Ngawi, Pewarta – Dua bersaudara Kakak beradik  di Ngawi Pinkan Andarista Kumalasari (21) dan Aini (4) warga Tambakromo, kecamatan Geneng  tewas tragis, deduanya  tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu

“Iya betul ada dua orang meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Sri Tanjung. Korban merupakan kakak adik warga Tambakromo, Geneng,’ ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Minggu (9/5/2021).

Keduanya tertabrak di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di jalan kampung Desa Tambakromo, Ngawi. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB saat keduanyasedang berboncengan sepeda angin melintas di jalan tersebut,’ kata Kapolres

Kapolres menjelaskan laka maut  bermula  saat sang kakak yang memboncengkan adiknya mengayuh sepeda angin dari arah timur ke barat. Karena kurang hati-hati, korban yang tidak menengok ke kanan maupun kiri tertabrak kereta api Sri Tanjung yang melintas dari arah utara atau Ngawi.

“Diduga sepeda pancal bermaksud menyeberang dari arah timur ke barat di perlintasan yang tidak berpalang pintu. Pengendara sepeda pancal tidak memperhatikan Kereta api yang melintas sehingga sepeda pancal tertabrak kereta api Sritanjung yang berjalan dari arah Madiun,” pungkasnya (az)



Kunjungi Kota Madiun, Gubernur Jawa Timur Tinjau Penanganan PMI

by : On Mei 09, 2021


 Kota Madiun, Pewarta  – Setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Ngawi dan Madiun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur kembali berkunjung ke Kota Madiun, Sabtu (8/52021).

Rombongan sampai di Bakorwil I Madiun sekitar pukul 14.00 setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Ngawi. Wali Kota Madiun Maidi turut menyambut kedatangan gubernur dan rombongan tersebut di Bakorwil I Madiun.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan rombongan juga memberikan santunan kepada tukang becak yang sudah menunggu di halaman Bakorwil. Mulai berupa sembako hingga uang santunan. Sembako dan santunan diharap sedikit memberi bantuan kepada masyarakat kurang mampu itu khususnya dalam menyambut lebaran nanti.

Gubernur menyebut kunjungan kali ini lebih untuk meninjau pos penyekatan di sejumlah tempat hingga tempat-tempat isolasi di berbagai daerah. Bukan hanya tempat isolasi bagi pemudik. Namun, juga isolasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang harus pulang dan habis kontrak. Pun, penanganan PMI cukup ketat.

‘’Setiba di Bandara Juanda langsung kita jemput untuk dilakukan isolasi sekitar tiga hari dan kita lakukan swab. Swab PCR ya, bukan swab antigen,’’ kata Gubernur Khofifah.

Setelah hasilnya negatif, lanjut gubernur, akan dilakukan penjemputan petugas dari daerah asal. Tetapi memang tidak langsung diantarkan ke rumah. Tetapi dilakukan isolasi dulu di daerah asal selama beberapa hari dan dilakukan pemeriksaan lagi.

‘’Setelah hasilnya negatif Covid-19 dan memang dalam kondisi sehat, baru kita kembalikan kepada pihak keluarga,’’ ungkapnya.

Penanganan PMI memang sedikit berbeda. Hal itu untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 varian baru. Seperti diketahui muncul berbagai varian baru Covid-19 di berbagai negara. Sedang, PMI tersebut merupakan WNI yang bekerja di luar negeri. Karenanya, setiap kedatangan PMI wajib dipastikan kesehatannya. (ik)

Pastikan Harga Stabil Jelang Lebaran, Wabup Lisdyarita Sidak Pasar

by : On Mei 09, 2021


 Ponorogo, Pewarta – Sepekan menjelang lebaran 2021 atau 1442 Hijriah. Harga berbagai bahan pangan di sejumlah lokasi di Ponorogo terpantau stabil  dan stok barang juga terkendali dan diperkirakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan berlebaran dan setelahnya.

Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, anggota DPRD Ponorogo dan UMKM serta tim dari UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim melakukan monitoring harga dan stok berbagai bahan pangan di Ponorogo, Kamis (6/5/2021).

Sidak dilaksanakan berurutan dari Pasar Legi Relokasi, Gudang Bulog Ngrupit, Swalayan Luwes, Swalayan Surya, Hypermart Ponorogo City Center (PCC) dan Swalayan Ponorogo Permai (Poper). Di lokasi-lokasi tersebut, tim monitoring menemui harga barang-barang kebutuhan pokok yang masih cukup stabil dan tidak menemui barang yang kadaluwarsa. Mulai dari telur, daging sapi, daging ayam, ikan, beras, sayuran, makanan kemasan, hingga kue-kue lebaran.

“Kita lihat tadi harga barang-barang cukup stabil. Para pedagang kita luar biasa. Mereka memilih tidak menaikkan harga meski sudah mendekati lebaran. Mereka ingin pembeli senang penjual juga senang. Kita tidak temukan kenaikan harga seperti jelang lebaran sebelumnya. Stabilitas harga benar-benar terjaga,” kata Wabup Lisdyarita.

Stok beras di Gudang Bulog Ponorogo Ngrupit juga cukup. Dikatakannya, kecukupan beras tidak hanya sampai lebaran, tapi sampai akhir tahun nanti. “Ternyata Bulog juga sudah menyerap beras dari petani lokal, petani kita,” ucapnya.

Wabup dan rombongan juga mengingatkan penerapan protokol kesehatan bagi para pedagang maupun pembeli di pasar-pasar tersebut. Mulai dari disiplin jaga jarak antrean pembayaran di kasir sampai pemakaian masker. Bahkan Wabup Lisdyarita sempat membagikan masker dan faceshield kepada sejumlah warga yang ditemuinya tidak memakai masker.

“Kita ingin semua menerapkan prokes ketat sehingga saat lebaran nanti semua sehat walafiat,” ulasnya.

Monitoring di pasar modern ini menjadi upaya untuk mendorong pengelola untuk memberikan ruang jualan kepada UMKM Ponorogo. “Beberapa sudah sangat bagus, menyediakan rak khusus untuk UMKM kita. Tapi ada juga yang sedang negosiasi. Tapi kita dorong agar pasar modern ikut menjual produk UMKM kita,”pungkas Wabup Lisdyarita. (Is)

KBPR Arta Kencana Salurkan Paket Berbuka Puasa dan Zakat Kepada Yayasan Nailul Muna

by : On Mei 09, 2021


Madiun, Pewarta – Tidak terasa Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi akan berlalu, diman Bulan Suci Ramadhan adalah kesempatan untuk beramal baik dengan beragam cara, salah satunya dilakukan  Koperasi Bank Arta Kencana Madiun memberikan paket buka puasa dan zakat kepada yayasan panti asuhan Nailul Munna Kaligunting, Kabupaten Madiun, Jum’at (7/5/2021)

Pemberian diserahkan  Direktur Utama KBPR Arta Kencana Istijah, S.E., MM melalui Direktur Pemasaran Drs. Sujarwo MM dan diterima langsung oleh Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Nailul Munna Kaligunting. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulaian terhadap sesama terlebih kepada Yatim Piatu di yayasan tersebut

Direktur Utama KBPR Arta kencana Madiun Istijah, S. E., MM mengatakan  kegiatan tersebut drutin dilakukan sebagai wujud tanggung jawab KBPR Arta kencana, sekaligus perhatian dan kepedulian terhadap sesama terutam yatim piatu

“ Berbagi kegiatn telah kita laksanakan dibulan ini mulai berbagi takjil, santunan maupun zakat yang pada hari ini ( Red- Jum’at (7/5/2021) kita salurkan di Yayasan panti Asuhan Nailul Muna Kaligunting” ungkapnya

Istijah berharap, semoga bermanfaat dan diberi kelancaran untuk arta kencana sehingga kegiatan seperti dapat terus dilaksanakan. (Is)

Pemkab Magetan Raih Capaian WTP 7 Kali Berturut

by : On Mei 09, 2021


Magetan, Pewarta – Pemerintah kabupaten magetan kembali  meraih capaian pendapat/opini dari LHP atas LKPD dalam pengelolaan informasi keuangan, untuk Kali ke- 7 BPK RI perwakilan Jawa Timur memberikan apresiasi atas Kinerja pemkab Magetan

Opini tertinggi terkait Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020, Hari ini  Jumat ( 7/5/21).  Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Jawa Timur Joko Agus Setyono S.E,Ak,CSFA,CPA, ACPA ,CA.Kepada Bupati Magetan di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur.

Diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) secara berturut-turut mulai tahun 2014 hingga tahun 2020 bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan telah sesuai dengan aspek seperti standar akuntansi pemerintahan, efektivitas SPI dan kepatuhan terhadap peraturan perundang undangan yang berlaku.

Prestasi yang diraih ini merupakan bukti nyata komitmen dan manajemen yang baik Pemkab Magetan.

Ketua DPRD Kabupaten Magetan sampaikan ucapan terimakasih kepada para auditor perwakilan BPK RI di Jawa Timur dalam menjalankan fungsinya telah melakukan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah secara independen, obyektif dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan untuk menilai kebenaran, kecermatan, akuntabilitas dan keandalan informasiI mengenai pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh semua perangkat daerah.

“Selanjutnya sebagai tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan dan hasil rekomendasi BPK, kami akan tindaklanjuti, pelajari dan mencermati secara seksama penuh tanggung jawab dalam rangka melaksanakan fungsi kami dalam pengawasan sehingga akan terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel, yang semuanya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat”. Ucap Sujatno.

Sementara itu Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan terima kasih kepada semua Pihak karena atas kerjasama yang baik  sehingga opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP ) tahun ini dapat diraih kembali oleh Kab.Magetan  Suprawoto juga berharap prestasi yang diraih ini dapat memacu kerja keras dalam memberikan pengabdian terbaik bagi Masyarakat Magetan. Terkait dengan tindak lanjut hasil pemeriksaan ini Bupati berharap agar segera ditindaklanjuti agar segera  ada perbaikan.

Seperti diketahui Sesuai Amanat Konstitusi dan UU No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara serta UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab  Keuangan Negara.BPK melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah.

Selain Bupati Suprawoto Hadir dalam acara penyerahan  tersebut Ketua DPRD Magetan Sujatno,SE, Sekretaris Daerah Ir. Hergunadi,MT Inspektur Kab.Magetan Ari Widyatmoko ,Kepala BPPKAD Suci Lestari ,SH. (Is)

Khofifah Minta Aji-Gagarin Fokus Penguatan Sektor Pertanian, Perikanan, Wisata Hingga SDM di Pacitan

by : On Mei 09, 2021


Pacitan, Pewarta – Usai melantik secara resmi Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Senin, 26 April 2021, kini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (7/5) pagi.

Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin fokus memberikan penguatan di sektor pertanian, perikanan, wisata, serta SDM, utamanya di sektor pendidikan vokasi.

“Saya menyampaikan apresiasi, karena Pak Bupati yang sudah menyampaikan dengan detail. Hari ini sektor pertanian sangat butuh beradaptasi dengan teknologi pertanian begitu juga dengan sektor perikanan. Bagaimana menguatkan nilai tambah nelayan itu juga penting,” harapnya.

Gubernur Wanita Pertama di Jatim Khofifah, sapaan lekatnya pun memaparkan bagaimana sektor pertanian terus tumbuh positif, utamanya dalam jenis tanaman padi meskipun dalam keadaan pandemi. Berdasarkan data BPS tercatat produksi padi di Jawa Timur tahun 2020 sebanyak 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG) naik 363.6000 ton atau 3,97 %. Dengan capaian itu, maka Provinsi Jatim menjadi penyumbang 18,2 % produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia.

“Kita juga pastikan nilai tukar  petani dan nilai tukar nelayan  juga tumbuh positif saat pandemi covid-19.  Saat ini  market pasar ikan ke luar negeri juga cukup besar . Oleh karena itu, kita berharap adanya penguatan hilirisasi,” ungkap Khofifah.

Terkait peningkatan nilai tambah tersebut, Khofifah menegaskan bahwa hal itu bisa dikaitkan dengan langkah petik, olah, kemas, dan jual.

“Kalau misalnya program ini  ketemu dengan format teknologi yang tepat. Format petik, olah, kemas, jual bisa diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah petani dan nelayan lebih signifikan lagi ,” paparnya.

Penekanan di sektor pertanian ini, sebut Khofifah, juga merujuk pada struktur utama perekonomian di Kab. Pacitan pada 2020 dimana bidang pertanian, kehutanan dan perikanan berada di posisi pertama yaitu sebesar 28,59 %. Angka tersebut tumbuh sebesar 3,80 % dari 2020 yang lalu. Maka dari itu Pemkab Pacitan diharap bisa memanfaatkan keunggulan tersebut mengingat sektor pertanian dinilai tidak terlalu terpengaruh pandemi Covid-19.

Selanjutnya, di posisi kedua terdapat sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,28 %. Lalu disusul sektor kontruksi sebesar 9,39 %.

“Di sektor ini diharapkan bisa dilakukan penguatan di bidang pendidikan vokasinya,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menyebut, pendidikan vokasi dinilai bisa menjadi kunci utama kemajuan SDM di Kab. Pacitan.

“Selain itu, penguatan pendidikan vokasi juga sangat penting. Utamanya dalam digitalisasi sistemnya. Format-format yang bisa mensinergikan semuanya saya rasa semakin terbuka. Sehingga nantinya, pendidikan vokasi ini bisa menjadi unsur penguatan utamanya dalam bidang skill yang bisa membawa percepatan kemajuan  Pacitan kedepannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial RI itu juga memberikan dukungan penuh kepada Bupati Indrata dan Wakil Bupati Gagarin terhadap program yang akan diambil untuk  memajukan Kab. Pacitan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Indeks Gini Kab. Pacitan dari 2019-2020 menunjukan penurunan ratio. Tercatat pada 2019 berada pada 0,371 % dan turun menjadi 0,325 % pada 2020. Itu artinya ketimpangan sosial di Pacitan makin kecil.  Hal itu juga berseiring dengan rendahnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kab. Pacitan sebesar 2,02 %. Ini merupakan TPT terkecil se Jatim.

Masih dalam paparannya, Khofifah juga menjelaskan soal bagaimana pentingnya penguatan daya beli masyarakat. Karena pada dasarnya perekonomian di Jatim terkontribusi oleh konsumsi masyarakat sebesar 60,04 %.

Tak hanya kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih, Gubernur Khofifah juga meminta kerja keras Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan dalam hal penanganan stunting.

Pasalnya, menurut bulan timbang pada Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) per Agustus 2020, prevalensi stunting Kab. Pacitan berada pada angka 34,47. Sementara angka tersebut masih jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang berada pada angka 26,86.

Melihat kondisi itu, Khofifah meminta perlu adanya perhatian khusus. Kendati soal Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) Kab. Pacitan terpantau rendah dari daerah lainnya.

“Stunting di Pacitan ini yang harus dijadikan PR (Pekerjaan Rumah). Ikannya pacitan luar biasa, bisa jadi supply gizi yang bagus bagi masyarakat,” pesan Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada 28 April 2021 yang lalu menjadi titik awal pengabdiannya kepada masyarakat Pacitan.

“Pengabdian seorang pemimpin kepada masyarakatnya seperti pengabdian yang dicontohkan oleh pemimpin sebelumnya yakni dengan prinsip mengutamakan rakyat,” ungkapnya.

Bupati Indrata berharap dan berkomitmen untuk berikhtiar melayani masyarakat. Dirinya tidak menginginkan keinginan tersebut hanya sebatas semboyan semata.

“Akan tetapi menjadi sebuah semangat bekerja bagi kepentingan masyarakat sekaligus sebagai pengingat dalam sebuah kebijakan yang akan diambil rakyatlah harus diutamakan,” ujarnya.

Tantangan ke depan, lanjut Indrata yakni masih tingginya angka kemiskinan sebesar 14.54 % pada 2020. Dimana angka tersebut diatas rata-rata provinsi Jatim yaitu 11.09 % pada Maret 2020. Untuk itu, Pemkab Pacitan akan berupaya menghadirkan kebijakan yang mampu memenuhi basic need dan kebutuhan dasar masyarakat Kab. Pacitan.

“Perlu lompatan-lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan Pacitan dari kabupaten/kota lainnya. Bukan lagi birokrasi bekerja dengan pola-pola linier, monoton dan terjebak pada zona nyaman. Saatnya Pacitan bangkit lebih baik dengan perhatian dan dukungan dari Ibu Gubernur terhadap seluruh program-program dan kegiatan yang telah direncanakan,” tutupnya. (Is/red)