Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Dongkrak Kunjungan Wisata, Pasar Pundensari Gelar Festival Gedang Selirang

by : On Januari 20, 2020


Pewarta,Madiun - Gunungsari adalah desa  wisata berbasis budayadi kecamatan MadiunKabupaten Madiun Jawa Timur

Di Desa Gunungsari ini terdapat pasar destinasi digital yang dikenal dengan nama Pasar Pundensari yang berlokasi di areal Punden Dusun Pelempayung. Di pasar ini, dapat ditemui makanan dan minuman serta jajanan tempo dulu.  Yang digelar setiap hari Minggu pagi mulai pukul 06.00- 10.000 WIB



Yang unik dari pasar ini adalah alat tukar berupa token dari bambu untuk pembelian semua barang yang dijual di pasar ini.


Di desa ini dikembangkan pula kegiatan penulisan aksara Jawa di daun Lontar. Aktivitas / atraksi wisata ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan asing untuk berkunjung di desa Gunungsari.



Dipasar ini juga sering digelar berbagai event, terbaru event festival  Gedang Selirang yang dilaksanakan pada 11 dan 12  Januari 2020 lalu yang dikemas dengan beberapa kegiatan diantaranya  Bazar kuliner Olahan Pisang, Live musik Keroncong, Senam pagi dan pentas reog kucinngan



Festival gedang selirang tersebut dengan menampilkan berbagai kuliner olahan yang berbahan dari pisang seperti sate pisang,pisang coklat , bolu pisang


“Festival gedang selirang ini merupakan inovasi baru pasar digital Pundensari, untukmengembangkan kreatifitas pengolahan pisang dengan dengan dijadikan beragam makanan mulai dari pisang coklat, sate pisang,bolu pisang dan banyaklagilainya” ungkap Twinoveri salah satu panitia festival gedang selirang


Selain itu, lanjut Veri, juga diharapkan festival ini dapat mendongkrat perekonomian warga dan menjadi dan dapat memdongkrak kunjungan wisata di pasar Pundensari” pungkasnya.(sat)







Pemkab Madiun Raih Penghargaan Pencapaian Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP RI

by : On Januari 20, 2020

Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto,S.H., M.Ak saat menerima penghargaan

Pewarta,Madiun - Setelah melewati sejumlah penilaian atau Quality Assurace (QA) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI. Pemerintah Kabupaten Madiun berhasil mencatat prestasi yakni Mencapai Maturitas Level 3 dalam penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).


Ada 5 unsur Penilaian SPIP yang harus di penuhi yaitu Kegiatan lingkungan pengendalian, Kegiatan Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Kegiatan Informasi dan Komunikasi dan Kegiatan Pemantauan. Dari 5 unsur sub unsur tersebut harus diterapkan secara optimal oleh seluruh OPD, terang Basito Inspektor Pemkab Madiun.



Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Plt Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintahan Bidang perekonomian dan Kemaritiman Didik Krisdiyanto kepada Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Senin (20/1/2019) di gedung Grahadi Surabaya.



Atas pencapaian tersebut, Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto mengucapkan terimakasih kepada tim BPKP RI yang telah memberikan arahan serta Bimbingan dan mempercaya Kabupaten Madiun atas diterimanya penghargaan SPIP level 3 ini.



Prestasi ini merupakan kerja keras semua OPD, khususnya tim SPIP inspektorat Pemerintah Kabupaten Madiun yang telah bekerja keras memenuhi permintaan data dari BPKP, sehingga kita berhasil meraih Maturitas Level 3, ujar Wakil Bupati Madiun.



Kedepannya, lanjut Wakil Bupati mengharap kepada seluruh OPD untuk meningkatkan prestasi kinerjanya menuju Maturitas level 4. "Kepada seluruh OPD saya minta untuk tingkatkan, terus semangat meningkatkan kinerja dan kebersamaannya untuk menuju SPIP level 4". Ucapnya. ((*)





Dijanjikan Masuk Akpol, Warga Lamongan Tertipu Oknum yang Diduga Anggota Polisi

by : On Januari 20, 2020

Pewarta, Surabaya -  Menjadi taruna Akademi kepolisian (Akpol) adalah impian para orang tua saat ini. Para orang tua rela melakukan apa saja supaya anaknya diterima menjadi taruna Akpol.

Bahkan ada yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi sang anak menjadi taruna Akpol. Padahal Mabes Polri sudah mewanti-wanti bahwa masuk menjadi anggota polisi tidak dipungut biaya. Namun sayangnya masih ada saja yang tertipu.

Ini terjadi pada  Tri Suharto Warga  Bluluk Lamongan  yang tertipu oleh ulah oknum yang  anggota polisi dengan janji bisa memasukkan anaknya ke Akademi Kepolisian.

Kepada awak media selasa 14/1,  dalam menjalankan aksinya Tri Suharto mengaku Frengky Gusti sebagai polisi berpangkat Bripka Satlantas Polda Jawa Timur, berjanji bisa meloloskan  M.Akbar Bantolo (anak Tri Suharto) dalam penerimaan Akpol 2018 dengan menyiapkan sejumlah uang dengan kisaran Rp 1 milliar .

Dengan mencatut sejumlah nama pejabat kepolisian, Frengky menjamin anaknya pasti lolos Akpol . Untuk menyakinkan dirinya, pertemuan dilakukan di  Rumah jln aspol ketintang d/9 dan d/10  yang katanya tempat tinggal Frengky, tepatnya pada bulan 9 tahun 2017.

Saat itu ia ( Frengky ) mengaku bahwa untuk masuk ke Akpol harus inden terlebih dahulu. "Saya percaya karena dia (Frengky)  anggota kepolisian apalagi ia juga  menyebut ada beberapa pejabat Polri yang akan membantu meloloskannya," ucapnya 

 Setelah terjadi kesepakatan dengan Frengky mengenai sejumlah uang yang harus dibayar melalui dirinya (Frengky) lanjut Tri, dirinya siap memberikan uang sebesar 1 milliar 40 juta seperti yang diminta Frengky, namun dengan metode dicicil.  " Setelah pertemuan tersebut, terhitung sudah 30 kali saya mentransfer sejumlah uang kepadanya. Dan saya diarahkan melalui Bank BRI ke rekening atas nama Vivin Indah Kurnia." terangnya

Masih kata Tri, Frengky pernah dua kali datang ke rumahnya dengan meminta sejumlah uang dengan alasan dibutuhkan para pejabat polri untuk pelicin. Nilai totalnya sebanyak Rp 250 juta " Jumlah keseluruhan yang sudah saya berikan ditambah 30 kali transfer totalnya  sebanyak Rp 1 milliar 40 juta dan kini hasilnya nihil."tuturnya

Tri mengaku semenjak pengumuman Akpol 2018 dan M.Akbar Bantolo tidak ada dalam daftar. Frengky seolah hilang ditelan bumi. " Nomer Ponselnya sudah tidak aktif, saya Whats Up juga tidak dibalas." katanya sedih

Atas kejadian yang menimpanya , Tri Suharto sudah melaporkan kasus penipuan dirinya ke Propam Polda Jawa Timur dengan no : TPSP2/345/XII/2019.  Ia berharap jika memang Frengky benar anggota kepolisan, bisa ditidaklanjuti dan dihukum sesuai dengan kesalahannya.

" Saya berharap uang saya bisa kembali dan Frengky harus dihukum setimpal dengan apa yang dilakukannya. Apalagi atas ulahnya ia telah mencoreng nama baik Kepolisian Republik indonesia ." ujarnya

Sementara dikonfirmasi ke Polda Jatim rabu 15/1, Hr anggota Propam Polda Jatim membenarkan adanya laporan masuk atas nama pelapor Tri Suharto  dan yang dilaporkan  Frengky Gusti
Hr juga mengatakan Laporan sudah ditindak lanjuti dan hingga kini Frengky masih dalam proses pencarian. 

"Laporan yang mirip dengan terlapor Frengky  juga pernah masuk, bahkan nilainya lebih dari 1 Milliar," pungkas (alap alap)

Kapten Inf Tri Sakti Kristiyoso Jadi Inspektur Upacara di SMKN 3 Surakarta

by : On Januari 19, 2020

Surakarta, Danramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta Kapten Inf Tri Sakri Kristiyoso, menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Bendera di SMKN 3 Surakarta Danukusuman, Jl Brigjen Sudiarto, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan Surakarta (20/20) 

Kapten Inf Tri Sakti Kristiyoso sebagai Irup, sekaligus memberikan amanat upacara kepada para peserta upacara. Pada amanatnya Kapten Inf Tri Sakti .K selaku Danramil 03 /Serengan Kodim 0735 Surakarta, menyampaikan kepada para peserta upacara terutama para anak-anak generasi muda bangsa, agar selalu giat belajar dengan tekun, jangan pernah malas, raih prestasi untuk menggapai cita-cita.

Danramil 03 / Serengan, juga mengatakan, menghimbau kepada murid-murid untuk patuh apa yang diperintahkan oleh para guru di sekolah dan orang tuanya pada saat di rumah, kegiatan seperti ini, diharapkan bisa menggugah disiplin yang baik dan sikap sopan santun di kalangan anak-anak sekolah.

Di akhir amanatnya, Danramil 03 /Serengan, juga mengajak murid-murid untuk selalu membiasakan tegur sapa kepada siapapun terutama kepada para guru, baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, karena komunikasi yang baik harus dibangun sejak usia dini.Agus Kemplu)

Atraksi Ratusan Seniman Jaranan Thek di Ponorogo, Lisdyarita Dikukuhkan Sebagai Biyung

by : On Januari 19, 2020

Ketua ISJTP Yuli Romawati (tengah) saat melakukan ritual.
Ponorogo, Pewarta - Ragam budaya di Ponorogo selain Reyog memang sangat banyak, dan semua budaya tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah Jaranan Thek, dengan ciri pemainnya sering mengalami kesurupan karena memang masih kental dengan aroma mistis.

Kali ini, dalam rangka melestarikan seni budaya tersebut ratusan seniman Jaranan Thek yang tergabung dalam wadah Ikatan Seni Jaranan Thek Ponorogo (ISJTP) menggelar pertunjukan massal di Monumen Bantarangin, Somoroto, Ponorogo, Minggu (19/1).

Yuli Romawati, Ketua ISJTP menjelaskan bahwa kegiatan yang bersamaan dengan Harlah ISJTP ke-4 ini menampilkan 250 seniman Jaranan Thek yang sebagian besar merupakan seniman muda Ponorogo.

"Ada 250 seniman yang tampil dan ini sebagai bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan seni Jaranan Thek di Ponorogo," jelas Yuli.
Ratusan seniman Jaranan Thek saat tampil dalam Harlah ISJTP ke-4.

Menurutnya, kesenian ini butuh dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Ponorogo. Karena seni Jaranan Thek jika mampu berkembang lebih baik lagi nantinya mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Ponorogo.

"Kami butuh dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar kami bisa terus melestarikan kesenian ini untuk bisa tampil di tingkat Nasional bahkan Internasional," imbuhnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan terhadap Lisdyarita selaku pemerhati seni sebagai Biyung Jaranan Thek dengan harapan nantinya mampu membawa kesenian ini lebih berkembang lagi.

Terpisah, Lisdyarita saat dihubungi via telepon seluler mengaku sangat berterima kasih meski awalnya sempat kaget dengan pengukuhan kepada dirinya tersebut.

"Saat ini saya ada kepentingan di Jakarta, sempat kaget juga namun kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman seniman Jaranan Thek Ponorogo, ini amanah dan saya siap mendampingi para seniman untuk melestarikan kesenian ini," ujar Bunda Rita, sapaan akrabnya.

Rita bertekad akan terus membantu kebudayaan ini, karena Jaranan Thek selama ini masih dipandang sebelah mata, maka dari itu dirinya ingin Jaranan Thek ini bagaimana bisa menampilkan inovasi dan kreatif lagi agar bisa lebih menarik dan maju, sehingga nantinya tidak dipandang sebelah mata lagi.

"Harapan kami, kesenian ini bisa lebih terangkat lagi, semakin inovatif, dan berkembang di Ponorogo. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda milenial dan bagi wisatawan untuk datang ke Ponorogo," pungkasnya. (ns)

DPC LAN Palas Apresiasi BNNK Tapsel Wujudkan Desa Bersinar di Palas.

by : On Januari 19, 2020

Pewarta, Padang Lawas - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Tapanuli Selatan dan DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kab. Padang Lawas berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkoba yang  disinyalir peredarannya sudah hampir menjamur hingga ke pelosok pedesaan.

Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar mengajak LAN Palas dan seluruh stake holder serta elemen masyarakat di Pedesaan bersama-sama memberantas kejahatan narkoba.

Kita tak mau kecolongan dengan membiarkan pengedar narkoba bebas beraktivitas meracuni warga desa. Salah satu cara melawan praktik kejahatan tersebut, BNNK Tapsel bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas menggulirkan program Desa 'Bersinar'.

"Artinya Desa Bebas dari Narkoba atau 'Bersinar'," kata Siti Aminah.

Ali Aman Hasibuan Ketua Umum DPC LAN Palas kepada pewartamadiun.net melalui BERITAistana.com sangat mengapresiasi program Desa Bersinar ini "Konsep  seperti ini ke  depan akan menjadi proyek percontohan bagi Kab/Kota lain khususnya Tabagsel.

Dengan dibentuknya Relawan Anti Narkoba sebanyak 8 orang perdesa, Desa 'Bersinar' di Palas tentu sudah merupakan Desa pelopor adanya gerakan  pemberantasan serta pencegahan narkoba, dan bisa jadi untuk penanganan rehabilitasi pengguna narkoba.

Hal ini sudah sejalan dengan Inpres No. 6 Tahun 2018 tentang P4GN. Kalau semua berjalan efektif, lingkup peredaran narkoba di desa-desa akan makin sempit," Pungkas Ali Aman

Kepala Desa Se Kecamatan Ulu Barumun diantaranya Kades Paringgonan Julu dan Kades Sibual buali ketika di Konfirmasi BERITAistana.com minggu lalu mereka mengakui bahwa program Desa Bersinar itu telah di bentuk di Desa desa dan kami telah mengikuti pelaksanaan sosialisasinya.

Dijelaskan mereka, Biaya biayanya juga telah kami setorkan seperti biaya pembuatan Baliho Rp 4 juta per baliho x 2 per Desa , namun mereka enggan menjelaskan  kepada siapa, intansi mana mereka setorkan Uangnya tersebut, salah satu Kades celetus membantah uang yang disetorkan tidak hanya biaya pembuatan Baliho.. malah termasuk untuk biaya lainnya sehingga jumlah yang mereka setorkan itu puluhan juta. pungkas Kades di Ulu Barumun. (Bonardon)

Terkait Ladang Ganja Di Madina "  DPC LAN Palas Apresiasi Keberhasilan Personil Polri Gabungan

by : On Januari 19, 2020

Pewarta, Padang Lawas.- Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Anti Narkotika ( DPC - LAN ) Kabupaten Padang Lawas Aliaman Hasibuan sangat mengafresiasi keberhasilan personil Polri gabungan menemukan Ladang Ganja di Mandailing Natal kemarin sabtu tanggal 18 Januari 2020,

Dikutip dari BERITAistana.com  Kabupaten Padang Lawas sebagai Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kab. Madina tepatnya di Bukit Barisan merupakan pintu masuk peredaran ganja tersebut, dimana  selama ini  Ganja tersebut mereka keluarkan melalui Padang Lawas tepatnya di Kecamatan Ulu Barumun, Kec. Barumun Selatan dan Kec. Sosa.

Tentu kita selaku Lembaga yang bersentuhan Langsung dalam rangka memerangi peredaran Narkoba sangat berterima kasih terhadap 60 personil Polri gabungan dari Personil Satgassus Narkoba Polri, Dit Narkoba Polda Metro Jaya, Dit Narkoba Polda Sumut, Polres Metro Jakarta Barat dan Polres Madina serta Koramil 13 Panyabungan Kodim 0212/TS melakukan operasi bersama pemberantasan dan pemusnahan ladang Narkotika golongan 1 jenis ganja di Pegunungan Simpang Pahu Desa Banjar Lancat Kec. Panyabungan Timur Kab. Mandailing Natal Jelas Aliaman.

Adapun personil Ditnarkoba PMJ dipimpin Kasubdit 1, Akbp Ahmad Fanani Eko, S.I.K, personil Satnarkoba Polrestro Jakbar dipimpin Akbp Erick Frendriz, S.I.K dan personil Ditnarkoba Polda Sumut dipimpin oleh Akbp Akala FJ, S.I.K serta personil Polres Madina dipimpin oleh Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H.

“Pelaksanaan kegiatan operasi bersama pemberantasan dan pemusnahan ladang Narkotika golongan 1 jenis ganja ini berawal dari Pengungkapan jaringan Narkotika jenis ganja sebanyak 210 Kg oleh Dit Narkoba Polda Metro Jaya di Depok, Pengungkapan jaringan Narkotika jenis ganja 34 Kg oleh Sat Narkoba Polrestro Jakbar di wilayah Jakarta Timur dan Pengungkapan jaringan Narkotika jenis ganja 254 Kg oleh Sat Narkoba Polrestro Jakbar di kotanopan Kab. Mandailing Natal bserta Penangkapan Tersangka Saparuddin selaku pemilik ladang ganja di Mandailing Natal oleh Sat Narkoba Polrestro Jakbar dan Sat Narkoba Polres Madina” sebut Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, MH.

Masih Kapolres Madina “adapun kronologis kegiatan operasi bersama pemberantasan dan pemusnahan ladang Narkotika golongan 1 jenis ganja di Pegunungan Simpang Pahu Desa Banjar Lancat Kec. Panyabungan Timur Kab. Mandailing
Natal diawali dengan giat apel bersama di Mapolres Madina yang dipimpin oleh Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020 pukul 05.30 Wib” sambung Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M H.

“Kemudian sekitar pukul 10.00 Wib Tim personil gabungan sampai di desa Banjar Lancat dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan laki menuju penggunungan simpang Pahu desa Banjar Lancat Kec. Panyabungan Timur Kab. Mandailing Natal” ucap Kapolres Madina.

Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H selaku nara sumber menyampaikan “bahwa sekitar pukul 14.00 Wib, personil gabungan telah menemukan Ladang ganja seluas kurang lebih 3 hektar dengan jumlah tanaman kurang lebih 180.000 batang pohon ganja dengan ukuran panjang tanaman 1,5 meter sampai 2 meter (siap panen) dan daun ganja siap edar seberat kurang lebih 30 kilogram, Selanjutnya personil gabungan menemukan kembali Ladang ganja seluas kurang lebih 2 hektar dengan jumlah tanaman pohon ganja kurang lebih 120.000 batang pohon ganja dengan ukuran panjang tanaman 1,5 meter sampai 2 meter (siap panen)” Ucapnya

“Total Jumlah keseluruhan ladang ganja sebanyak 5 (lima) hektar yang ditanami phohon ganja sebanyak 300.000 batang pohon” sebut Kapolres Madina

“Kemudian sekitar pukul 17.00 Wib dilakukan pencabutan dan pemusnahan barang bukti di TKP 1 dan 2 dengan perincian di TKP 1 dimusnahkan sejumlah 179.970 batang dan disisihkan sebanyak 30 batang pohon ganja dan di TKP 2 Dimusnahkan sejumlah 119.970 batang pohon dan disisihkan sebanyak 30 batang pohon ganja.
Dengan total jumlah keseluruhan yang dimusnahkan sebanyak 299.940.

Disorot, Bupati Tersangka Korupsi Bakal Nyandang Gelar LAM Bengkalis

by : On Januari 19, 2020

RIAU- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis menggelar acara penabalan gelar adat, masyarakat adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis ke Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, SE,MM beserta istri puan Kasmarni, S.os, MMP.

Acara yang akan dilaksanakan itu bertempat di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota jalan Antara Bengkalis, Senin (20/01/2020) besok.

"Penabalan gelar yang diberikan itu merupakan bagian dari penghormatan Negeri secara adat terhadap sosok atau pemimpin yang tengah menjalankan amanah tugas sebagai kepala daerah, dunilai bukan merupakan sesuatu yang tak pantas, tapi boleh silahkan sebagai penghormatan, namun bukan berarti maksud dan tujuannya dari itu tanpa lagi melalui tahapan kajian dan penilaian kepatutan, sebut salah seorang masyarakat Bengkalis M.Fachrorozi alias Agam menyoroti.

Pria yang aktif dalam memberikan pandangan terhadap kebijakan pemerintah daerah ini mengatakan, kita semua yang hidup sebagai masyarakat Melayu sangat menjunjung tatanan adat sebagai adap dari nilai kebudayaan yang terus mengalir, serta menempatkan norma-normanya menjadi tradisi  kebudayaan yang bernilai, menghormati keputusan adat hal itu menjadi tanggung jawab bersama sebagai masyarakat yang bernaung dibawah adat itu sendiri dengan tidak mengesampingkan marwah dan martabat dari tujuan," sebut Agam.

"Lanjutnya, hajat dan kebijakan LAM memutuskan untuk memberikan gelar adat terhadap Bupati Bengkalis Amril Mukminin, menurut Agam tidak lagi berdasarkan titah adat sebagaimana mestinya. Kalau penabalan itu mengedepankan penghormatan daerah, berarti yang akan dinobatkan gelar itu tepatnya Bupati dan Wakil Bupatinya sebagai orang-orang yang mengemban amanah. kalau gelar acara adat yang akan dilaksanakan esok Senin, jelas sekali sudah bukan penghormatan Negeri tapi pelanggaran amanah atas hak-hak adat," menurutnya tak patut.

Disarankannya, LAM wajib meninjau kembali karena ini menyangkut marwah negeri, bagaimana tidak sambung Agam, seorang pemimpin yang jelas secara terang benderang terjerat persoalan hukum yang kasusnya pun berkaitan dengan yang namanya amamah "Korupsi".

Coba bayangkan aneh rasanya dengan gelar yang akan disandangnya secara adat bergelar Datuk Sri Setia Amanah Junjungan Negeri bersama dengan Datin sri junjungan negeri, apa ini namanya, sama saja ini dengan memalukan terlalu banyak hal yang berkaitan dengan ketidak layakannya.

Dan lagi dijelaskan Agam, si istrinya itu sifatnya dalam pemberian gelar adat mengikuti sebagai pendamping suaminya otomatis gelar yang didapat atas penghormatan jabatan, maka istri mengikuti bukan secara khusus penabalannya atas nama sendiri pula karena hak penghormatan itu diperuntukkan buat Bupati dan Wakilnya itulah formalnya, dan LAM jangan sampai diam karena kalau tidak ini akan menjadi sejarah yang hina kedepannya, dan pembodohan ini nantinya akan bisa saja dijadikan kebiasaan bagi generasi seterusnya," Agam kawatir.(Tim)

  Terobos Perlintasan Kereta Api Warga Kecamatan Barat

by : On Januari 19, 2020

petugas saat evakuasi jenazah korban

Pewarta, Magetan - Seorang pengendara motor tewas tertabrak Kereta Api jurusan Solo – Madiun pada perlintasan double track KA JPL 08 Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupten Magetan, Minggu (19/1/2020).

Korban bernama Samingun (71)Warga RT.07 RW.03 Kelurahan Mangge Kecamatan Barat seorang pensiunan petugas pengairan, dengan mengendarai motor Honda Beat NoPol AE 5887 QF nekat menerobos palang kereta api.

Kapolsek Barat, AKP Budi Santosa mengatakan berdasarkan keterangan para saksi bahwa korban sempat berhenti didepan pintu palang kereta api.

"Korban berhenti di depan pintu palang KA karena akan ada KA yang melintas.Sekitar Pukul 18.45 WIB yaitu KA Bangun Karta dari arah Timur akan melintas,” Terangnya.

Namun saat pintu masih tertutup, korban nekat mengendarai sepeda motornya bergerak menerobos perlintasan KA dan tiba-tiba dari arah Barat  kereta api Luar Biasa no. KA 10148 jurusan Solo – Madiun menabrak korban dan korban terseret  sejauh +- 50 meter,” Jelas AKP Budi Santosa.

“Akibat kejadian tersebut tubuh dan sepeda motor korban hancur, berserakan” Pungkas Kapolsek Barat.
Petugas yang datang ke TKP segera mengamankan lokasi kejadian dan kerumunan warga.(st)


Posdaya Tiga Desa di Pacitan Ikuti Launching Kompor Rakyat

by : On Januari 18, 2020


Kompor Rakyat. Launching kompor rakyat dan pelatihan produksi arang briket dari Limbah pertanian perkebunan dan kehutanan pada Sabtu (18/1/2020) di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) DI Yogyakarta. (Foto: Istimewa/dok. Posdaya)

Pewarta, Pacitan - Tiga kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dari tiga desa di Pacitan mengikuti launching kompor rakyat dan pelatihan produksi arang briket dari limbah pertanian perkebunan dan  kehutanan.

Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (18/1/2020) di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) DI Yogyakarta.Tiga desa yang ikut pelatihan tersebut adalah Posdaya Desa Jetak Kecamatan Tulakan, Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo dan Desa Tinatar Kecamatan Punung

Dian Budi Anggraeni, pegiat Posdaya Pacitan, saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh Adi Wibowo dari UGM. Menurut Dian, potensi dikembangkannya industri kecil briketnya di Pacitan sangatlah berpeluang baik.

“Apalagi Pacitan sering terjadi kelangkaan gas melon (Elpiji 3Kg-red) dan kedepan ternyata gas melon juga akan naik, sehingga inovasi kompor rakyat dan briket dari limbah pertanian sebagai contoh limbah kayu grajen, merang, sampah daun bisa digunakan sebagai bahan,”jelasnya.

Selain itu, Dian mengatakan arang briket ini juga tidak memberikan kotor pada peralatan masak, tidak mengandung racun, dan tentunya lebih murah dibanding dengan gas melon.

“Jadi ini merupakan solusi alternatif atas permasalahan gas melon yang akan datang, kompor Rakyat dan briket nya nanti bisa dipesan ke desa tadi yang mulai akan produksi, kita semua berharap semoga berhasil dan dikembangkan dengan baik,”pungkasnya.

Dalam pelatihan tersebut, turut dihadiri pembina Posdaya Prof Dr Haryono Suyono yang memberikan pengarahan pada acara tersebut.

Prof Dr Haryono Sutono yang merupakan Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Indonesia ke-9 dalam kesempatan tersebut mengajak untuk menggelorakan gerakan cinta lingkungan.

Selain dari Pacitan, turut hadir para pengurus Posdaya dari Cilacap, Purwokerto, Semarang, Bandung, Bekasi, Yogyakarta, Kalimantan Utara.(red)

TP4 Pusat dan Daerah Resmi Dibubarkan

by : On Januari 18, 2020


Pewarta, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Pusat dan Daerah sudah resmi dibubarkan. Keputusan pembubaran TP4 itu melalui keputusan Kejaksaan Agung Nomor 346 tahun 2019 pada tanggal 22 November 2019. “Jadi TP4 sudah tak ada lagi,” kata Burhanuddin saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.
Meski TP4 resmi dibubarkan, ia menyatakan pihaknya tetap mendukung program pembangunan di daerah. Amanah itu, kata dia, sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Agung. “Kejaksaan diamanahkan untuk turut serta mendukung pengamanan pelaksanaan pembangunan,” kata dia.
Dia menyatakan saat ini kejaksaan memiliki Direktorat Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen untuk melakukan pengamanan strategis.
Ia mengklaim direktorat tersebut berbeda dengan tugas dan fungsi yang dilakukan TP4 terdahulu dalam melakukan pengawasan.“Karena fokus dan selektif dalam menjalankan tupoksinya, dan tak terlibat langsung dalam hal yang sifatnya teknis. Agar tak terjadi penyimpangan dalamaparatur kejaksaan dalam tugas dan fungsinya,” kata dia.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR fraksi PDIP Masinton Pasaribu menyebut TP4 dan TP4D disalahgunakan menjadi alat untuk memeras kepala daerah. “Semangatnya TP4D dibentuk untuk melaksanakan fungsi [pengawasan], [tapi] kemudian alat untuk, kata Presiden, ya memeras,” ujar dia,” kata Masinton saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 21 NOvember 2019 lalu.
Sementara, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut TP4 dimanfaatkan sejumlah kepala daerah untuk menyamarkan pelanggaran hukum.
Pembubaran TP4 ini bermula saat beberapa jaksa yang menjadi anggotanya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. (*)Sumber: cnn indonesia


Kapolres Magetan Silaturahmi Dengan Awak Media

by : On Januari 18, 2020


Pewarta, MagetanSepekan menjabat sebagai Kapolres Magetan AKBP . Festo Ari Permana, S.I.K bersilaturahmi dengan jurnalis Magetan
Pertemuan bersama para jurnalis yang di kemas silaturahmi Kamtibmas tersebut, digelar di ruang eksekutif Polres Magetan, Jumat (17/01/2020).
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Festo Ari Permana S.I.K didampingi Kasat Reskrim memimpin jalanya pertemuan bersama para wartawan jurnalis yang berada di wilayah Kabupaten Magetan yang dihadiri seluruh kapolsek di Kabupaten Magetan.
AKBP Festo Ari Permana S.I.K, dalam melaksanakan tugasnya ke depan mengajak bermitra bersama para wartawan untuk bekerja sama untuk bersama-sama bersinergi dalam program serta tugas-tugas yang akan dilaksanakan jajaran Polres Magetan. Untuk itu dalam pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk  memperkenalkan nama serta medianya masing-masing.
Polres Magetan mengajak kepada para wartawan baik dari media cetak maupun media online, agar bisa menjalin hubungan yang erat dan harmonis dengan harapan agar kedepan yang berkaitan dengan kinerja dalam pelaksanaan tugas yang dilaksanakan jajaran Polres Magetan bisa disuarakan di publik.
“Polres Magetan akan menjalankan tugasnya dengan benar-benar untuk memberantas semua tindakan yang melangar hukum dalam mewujudkan keadaan yang aman, kondusif, serta tidak ada persoalan apapun dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif untuk mewujudkan Kabupaten Magetan yang terdepan,” jelas kapolres. 

Secara umum situasi Kamtibmas di Magetan kondusif. Oleh karena itu, semua pihak mulai aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat termasuk jurnalis harus bersinergi demi menjaga situasi  Magetan yang aman dan kondusif.

 "Kita lanjutkan kembali sinergitas yang terjalin selama ini, apabila ada masukan dan kritik silahkan langsung hubungi saya," ungkapnya.(ik)